SATELITNEWS.COM, CIKUPA – Momentum Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diwarnai dengan aksi nyata penyelamatan ekosistem di tingkat lokal. TPS 3R EcoSuLe (EcoGreen Sukamulya Lestari) menggelar aksi penuangan sebanyak 350 liter cairan Eco Enzyme ke Kolam Retensi Mediterania, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Jumat (5/6/2026).
Gerakan ini menjadi bukti konkret kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sekitar. Fokus utama dari penuangan cairan organik ini adalah untuk meningkatkan kualitas air, mereduksi bau tidak sedap, serta mendukung keseimbangan ekosistem perairan di kawasan permukiman padat. Agenda lingkungan ini turut dihadiri langsung oleh Lurah Sukamulya, jajaran Karang Taruna, serta pengurus TPS 3R EcoGreen Sukamulya Lestari.
Sebagai informasi, Eco Enzyme yang dituangkan tersebut merupakan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, seperti sisa kulit buah dan sayuran. Bahan-bahan tersebut diolah bersama gula merah atau molase dan air, lalu melewati proses fermentasi alami selama 3 bulan. Produk ramah lingkungan ini dikenal kaya manfaat untuk memperbaiki kualitas alam secara berkelanjutan.
Ketua TPS 3R EcoSuLe, Aden Lukman Nurhakim, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda. Selain memberikan dampak instan bagi pemulihan kondisi kolam retensi, aksi ini sekaligus menjadi sarana edukasi efektif bagi warga mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah organik sejak dari dapur rumah.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin mengetuk kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna tinggi. Eco Enzyme merupakan salah satu solusi sederhana yang dapat diproduksi dari skala rumah tangga untuk mendukung kelestarian bumi,” ujar Aden kepada Satelit News seusai acara, Jumat (5/6/2026).
Bukan sekadar seremonial, penuangan ratusan liter cairan organik ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk mempererat kolaborasi horizontal antara warga, komunitas pencinta lingkungan, dan pemangku kepentingan (stakeholders) dalam menjaga kebersihan serta keberlanjutan ekologi di wilayah Sukamulya dan sekitarnya.
Terlebih, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini secara global memang mengusung semangat aksi nyata dalam memitigasi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari pencemaran, krisis pengelolaan sampah, hingga dampak perubahan iklim. Lewat langkah ini, TPS 3R EcoSuLe berharap dapat memicu kesadaran kolektif bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama-sama mampu membawa perubahan besar bagi kelangsungan bumi.
Berlandaskan semangat “Peduli, Aksi, Lestari”, TPS 3R EcoSuLe berkomitmen penuh untuk terus konsisten menghadirkan berbagai terobosan kegiatan lingkungan yang memberikan kemaslahatan, baik bagi kehidupan masyarakat maupun kelestarian alam hayati. (aditya)
