SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Dampak fenomena El Nino diprediksi memicu kekeringan pada lahan pertanian, mengancam hasil panen, sekaligus meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang pun menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang tersebut.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan terhadap lahan pertanian di 15 kecamatan. Berdasarkan pemetaan sementara, sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan hingga gagal panen di antaranya Kecamatan Rajeg, Gunung Kaler, Mekar Baru, dan Kronjo.
“Terkait lokasi yang mengalami kekeringan, hingga saat ini pendataan masih berproses. Yang berpotensi gagal panen meliputi Rajeg, Gunung Kaler, Mekar Baru, dan Kronjo,” kata Ujang Sudiartono kepada Satelit News, Senin (20/7).
Ia menjelaskan, potensi kekeringan tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga Oktober 2026. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Stasiun Klimatologi Banten, curah hujan selama periode tersebut diperkirakan hanya berkisar 0–50 milimeter, dengan durasi musim kemarau antara 19 hingga 27 dasarian.
Menurut Ujang, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2020, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Tangerang mencapai 13.931 hektare. Namun, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan berapa luas lahan yang akan terdampak kekeringan maupun berpotensi mengalami gagal panen karena proses pendataan masih berlangsung.
Baca Juga: Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH
“Masih berproses karena dampak El Nino diperkirakan berlangsung sampai Oktober 2026,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, DPKP akan membangun irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan di wilayah terdampak. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan benih bagi kelompok tani yang mengalami gagal panen, disertai dukungan sarana dan prasarana pertanian lainnya.
“Kami juga akan melakukan optimalisasi lahan, memberikan bantuan benih bagi kelompok tani yang gagal panen, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Sukemi, mengatakan dari total sekitar 450 hektare lahan sawah di desanya, sekitar 250 hektare mengalami kekeringan. Meski demikian, kondisi tersebut belum berdampak pada hasil panen karena masih didukung jaringan irigasi.
“Luas keseluruhan sawah di Desa Pasir Ampo ada 450 hektare, yang mengalami kekeringan sekitar 250 hektare. Untungnya hasil panennya masih bagus karena ada irigasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, memastikan seluruh personel telah disiagakan di 14 pos pemadam kebakaran (damkar) untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana selama musim kemarau, termasuk kebakaran lahan, kebakaran permukiman, hingga distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.
Baca Juga: Polsek Panongan Edukasi Bahaya Game dan Judi Online di SMP
“Personel sudah siap di 14 pos damkar untuk membantu apabila terjadi bencana seperti kekeringan, kebakaran, maupun pendistribusian air bersih,” katanya.
Menurut Taufik, ketersediaan air bersih di sumur Mako Damkar Curug serta 13 pos damkar yang tersebar di sejumlah kecamatan juga telah dipastikan siap digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran maupun kebutuhan air bersih masyarakat.
Ia menambahkan, BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas Pertanian, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PDAM Tirta Kerta Raharja, hingga pemerintah kecamatan dan desa untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana selama musim kemarau.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait agar penanganan kekeringan maupun kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan terpadu,” pungkasnya. (alfian/aditya)

















