SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk program makan bergizi gratis (MBG) ditutup sementara.
Akibat penutupan tersebut, sekitar 10 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA tidak menerima layanan MBG.
Dampak dari penutupan itu dikeluhkan salah seorang wali murid PAUD, Hana Aulia Nada (24). Dirinya mengaku terkejut saat mengetahui program tersebut dihentikan sejak sepekan yang lalu.
“Awalnya kita bertanya kaget juga kenapa diberhentikan MBG itu. Sebelumnya tidak ada informasi, kemarin baru dapat informasi tanggal 26 itu tidak mendapatkan MBG, saya pikir awalnya karena mau Iduladha,” ujarnya saat dijumpai, Kamis (4/6).
Menurut Hana, program MBG sangat membantu para siswa, terutama bagi anak-anak yang tidak membawa bekal dari rumah. Ia mengaku sempat menanyakan pihak sekolah, ternyata memang terdapat masalah di dapur SPPG dekat tempat tinggalnya.
“Kurang lebih sampai sekarang sudah satu minggu. Saya sebagai orang tua berharapnya MBG tetap berjalan karena banyak anak-anak juga yang tidak bawa bekal makan, kalau ada MBG kan anak-anak juga senang,” ucapnya.
Ketua Karang Taruna Pondok Kacang Barat, Bagas Risky Setyowibowo membenarkan adanya penghentian sementara terhadap dua dari tiga dapur SPPG yang beroperasi di Pondok Kacang Barat.
“Jadi untuk SPPG itu khususnya di wilayah Pondok Kacang Barat, ada tiga dapur. Jadi dua dapur itu disuspend karena terkait dengan IPAL, yaitu air pembuangan limbah,” sebutnya.
Diketahui, standar badan gizi nasional (BGN) mengharuskan adanya sistem filtrasi limbah sebelum air dibuang ke saluran umum masyarakat. Ia menerangkan, IPAL berfungsi menyaring sisa minyak, lemak, dan limbah makanan agar tidak mencemari lingkungan.
“Tapi memang dari BGN itu, kita sudah standar BGN, itu memang harus ada filterisasi di pembuangan di akhir itu. Mungkin di dua dapur itu tidak ditemukan. Adanya itu makanya dapurnya akhirnya kena suspend,” sebut Bagas yang juga menjabat sebagai Ketua SPPG Pondok Kacang Timur.
Bagas menjelaskan, penghentian operasional berlangsung sejak 26 Mei 2026 dan telah berjalan selama kurang lebih satu minggu. Akibat kebijakan tersebut, sekitar 10 sekolah serta sejumlah posyandu yang sebelumnya menjadi penerima manfaat MBG sementara tidak mendapatkan layanan.
“Kurang lebih sekitar 10 sekolah yang akhirnya tidak menerima manfaat dari MBG dari tingkat PAUD sampai SMA, bahkan posyandu pun juga tidak diberikan manfaat. Karena memang dapurnya suspend,” jelasnya.
Menurut Bagas, tidak ada sanksi tambahan selain kewajiban melakukan perbaikan fasilitas sesuai catatan hasil evaluasi. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, pengelola dapat mengajukan verifikasi ulang kepada BGN untuk mendapatkan izin beroperasi kembali.
“Asal ada perbaikan, ada renovasi, dan juga diadakannya IPAL itu, mungkin nanti akan berjalan sesuai seperti sedia kala. Tapi mungkin waktunya mungkin setelah seminggu atau dua minggu, mungkin sudah operasional lagi,” katanya.
Ke depan, ia mengklaim pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG akan diperketat guna memastikan seluruh mitra penyedia layanan memenuhi standar yang ditetapkan BGN, baik dari aspek tata letak dapur, kebersihan, keamanan pangan, maupun pengelolaan limbah.
Selain berdampak pada penerima manfaat, penghentian sementara dua dapur tersebut juga memengaruhi para relawan dan pekerja yang terlibat dalam operasional. Bagas menyebut setiap dapur mempekerjakan sekitar 47 relawan, sehingga total puluhan pekerja ikut terdampak selama masa suspensi berlangsung.
Pantauan di salah satu dapur SPPG yang berada di Jalan Kinayungan, Pondok Kacang Barat, menunjukkan tidak adanya aktivitas operasional. Dua kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkut makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat tampak terparkir di depan bangunan.
Suasana di lokasi terlihat lengang selama masa penghentian sementara. Sejumlah kursi dan meja tertata rapi, sementara puluhan pasang sandal masih tersusun di rak penyimpanan. Tidak terlihat adanya aktivitas distribusi maupun persiapan makanan seperti biasanya dikantor berwarna biru muda tersebut. (eko)
