SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Agenda sakral rangkaian tasyakuran dan ruwat laut Carita tahun 2026, resmi dimulai. Kegiatan yang mengusung semangat melestarikan budaya leluhur, dan menjaga kelestarian laut ini, dibuka di salah satu hotel di wilayah Carita, Rabu (10/6/2026).
Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), E.A. Supriadi Franky mengatakan, ini merupakan agenda sakral yang akan berlangsung mulai 10 Juni, hingga puncaknya pada 28 Juni 2026 nanti.
“Tujuan besarnya, merawat budaya leluhur yang dianggap sakral. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu tujuan destinasi wisata unggulan di Carita, Karena, ternyata budaya menjadi bagian penting dalam mengangkat sektor pariwisata ke depan,” kata Franky, Rabu (10/6/2026).
Katanya, sejumlah rangkaian kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan acara ini, seperti open turnamen voli, gelar budaya, karaoke, jalan santai, sepeda santai, senam aerobik, dan yang lainnya.
Selain kegiatan yang bersifat hiburan, tambahnya, panitia juga menyediakan berbagai door prize menarik, mulai dari peralatan elektronik hingga paket umrah untuk dua orang, lengkap dengan fasilitas menginap.
Franky juga menegaskan, kesuksesan acara ini tak lepas dari adanya dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari tingkat pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, Puskesmas, Basarnas, hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
“Untuk cara puncak nanti, InsyaAllah disiapkan hampir 500 boat maupun kapal nelayan. Kita undang juga dari Serang, Labuan dan daerah lain, di kali 30 wisatawan saja, hampir 1.500 orang. Kami menargetkan 2.000 sampai 3.000 orang, hadir dalam ruwat laut Carita 2026,” paparnya.
Selain itu tambah Franky, pihaknya juga berencana mengundang Kementerian Pariwisata dan Kementerian Desa, untuk hadir dalam acara puncak ruwat laut.
Paling tidak, sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan wisata, yang diharapkan memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.
Ditempat sama, General Manager (GM) Mutiara Carita Cottages, Martoni Sahari, menyatakan dukungan terhadap kegiatan Tasyakuran dan Ruwat Laut Carita 2026.
“Poinnya adalah, saya berpikir ini adalah budaya. Budaya dari masyarakat Carita, yang harus dijaga. Dan anggaplah ini, sebagai CSR kita di Mutiara Carita,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada para nelayan dan masyarakat, tentang cara melestarikan laut agar tidak sembarangan dalam mengelola kekayaan alam.
Baca Juga: SPPG Diduga Melanggar SOP, LIPP Banten Minta Pemerintah Segera Bertindak
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi acara ini sebagai daya tarik wisata baru, khususnya di kawasan Carita.
“Ketika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi satu daya tarik wisata Carita. Jadi kenapa kita masuk, diharapkan ini menjadi event tahunan dan terus promosikan pariwisata Carita ini,” tuturnya. (mardiana)
