SATELITNEWS.COM, SERANG—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten resmi mengoperasikan tiga sekolah negeri baru pada tahun ajaran ini. Langkah ini diambil sebagai respon atas tingginya kebutuhan akses pendidikan di beberapa wilayah, meskipun saat ini kemampuan fiskal daerah tengah menghadapi tantangan akibat penurunan pendapatan.
Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin mengungkapkan, ketiga sekolah baru tersebut meliputi SMA Negeri 9 Kota Serang, SMA Negeri 33 Kabupaten Tangerang dan SMK Negeri 12 Kota Tangerang.
“Ada tiga sekolah baru yang beroperasi tahun ini,” ujarnya, Senin (8/6).
Meski beroperasi di tengah pengetatan anggaran daerah, Jamaluddin menegaskan bahwa operasional sekolah-sekolah baru ini dipastikan tidak akan membebani belanja pegawai. Pihak dinas memilih strategi taktis dengan tidak membuka lowongan perekrutan guru baru, melainkan mengoptimalkan sebaran tenaga pendidik yang sudah ada.
“Sudah dipetain. Jadi sekolah-sekolah yang lebih, ada beberapa sekolah yang kita dorong untuk baik P3K maupun yang PNS kita dorong ke situ (sekolah yang baru beroperasi, red),” jelas Jamaluddin.
Strategi pemetaan ulang (mapping) ini dilakukan dengan menggeser guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari sekolah-sekolah lama yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas mengajar (overload). Jamaluddin menambahkan, karena mengandalkan ketersediaan guru hasil mutasi antar-sekolah tersebut, aktivitas belajar-mengajar di tiga sekolah baru ini akan berjalan secara bertahap.
Baca Juga: PPA Tangerang Selatan: Sekolah Wajib Lapor Jika Terjadi Kekerasan
Jamaluddin menyampaikan, sekolah tidak langsung dipaksa menampung kapasitas maksimal sepuluh rombongan belajar (rombel), melainkan disesuaikan dengan ketersediaan guru yang siap bertugas. Sejauh ini, Dindikbud menilai pasokan guru dari sekolah-sekolah lama masih mencukupi untuk mengawal operasional awal ketiga sekolah tersebut.
“Kita kan sekarang juga bertahap, baru beberapa kelas aja yang beberapa rombel. Ya nggak semua langsung sepuluh, nggak. Paling bertahap sesuai dengan tersedianya guru-guru yang ada,” ucapnya. (mpd/rmg)
