SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, mengklaim Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dimusim kemarau panjang atau El Nino masih aman. Hal itu karena, stok beras yang ada mencapai 1.200 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Banten Nasir M Daud mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan delapan kabupaten/kota di Banten terkait ketersediaan cadangan pangan. Hasilnya, stok beras yang ada masih aman dan mencukupi meski terjadi musim kemarau ekstrem.
“Yang penting mah hampir 1.200 ton kabupaten/kota kan aman gitu. Kemarin kan kita sudah rapat, itu kita lihat, ya kita juga minta untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah dengan meningkatkan porsi CPP di kabupaten/kota,” katanya, Kamis (11/6/2026).
Nasir mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terkait antisipasi kekurangan pasokan air diareal persawahan masyarakat. Tindakan itu harus dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya gagal panen karena musim kemarau di semua wilayah di Banten.
“Sekarang yang dikhawatirkan katanya bulan Agustus, ada El Nino Godzilla, tapi mudah-mudahanlah. Ya, tapi kalaupun tidak, kan teman-teman kan sudah melakukan mitigasi ya, mempersiapkan CPP, mengalokasikan mesin-mesin alsintan untuk pemenuhan air-air yang dibutuhkan oleh tanaman, gitu,” ujarnya.
“Ya, jadi menggerakkan semua potensi yang ada baik perpipaan, pompanisasi agar kebutuhan air untuk pertanaman ini tidak terganggu, gitu ya,” tambahnya.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
Nasir mengatakan, agar pasokan air tetap terjaga, pihaknya terus mengoptimalkan bantuan mesin pertanian (alsintan), percepatan juga dilakukan pada program Irigasi Perpompan (Irpom) serta konstruksi sipil lainnya di sejumlah wilayah rentan seperti Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang.
“Program-program bantuan ini diajukan langsung oleh pemerintah kabupaten/kota melalui aplikasi khusus kementerian,” pungkasnya.
Nasir menargetkan, realisasi bantuan fisik ini dapat turun dalam waktu dekat karena sistem pengerjaannya menggunakan mekanisme padat karya yang dikelola langsung oleh kelompok tani setempat, bukan melalui sistem kontrak pihak ketiga.
“Ya mudah-mudahanlah segera. Karena kan biasanya paling lama 2 bulan lah, itu sudah beres gitu. Karena kan sistem padat karya, bukan kontraktual. Nah, itu begitu nanti anggaran masuk ke kelompok, itu PKS sudah dilaksanakan dengan PPK pusat, ya swakelola langsung oleh kelompok,” tuturnya.
Sementara, Hendra salah seorang petani asal Desa Mantiung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang berharap agar Pemerintah setempat dapat hadir ketika terjadi musim kemarau ekstrem. Oleh karena, selama ini para petani kerap kesulitan mendapatkan pasokan air bila kemarau datang.
“Semoga saja bantuan tadi itu bisa ada dan petani bisa mengalirikan air ke sawah masing-masing. Karena selama musim kemarau, air pasti enggak ada dan sawah enggak kegarap. Kalaupun sudah ditanam, biasanya mati karena kekeringan,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Kemendagri Berikan Penghargaan Creative Financing Kepada Pemprov Banten
