SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, menargetkan sekolah swasta gratis atau tingkat Madrasah Aliyah (MA), bisa menyasar 10 ribu siswa. lokasi anggaran diperkirakan mencapai Rp300 Miliar, diawal tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin mengatakan, program sekolah swasta gratis nantinya akan menampung sebanyak 10 ribu siswa disemua MA di Provinsi Banten. Pemenuhan kuota itu, akan dilakukan pada awal tahun ajaran baru 2026/2027 nanti.
“Insya Allah diawal ajaran kuotanya yang sudah disediakan oleh Pak Gubernur sebanyak sepuluh ribu orang, mulai dari kelas satu, kelas dua, sampai kelas tiga. Itu kuotanya se Banten,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Jamaludin mengatakan, pihaknya sudah merumuskan besaran anggaran untuk membiayai pendidikan 10 ribu siswa setingkat MA. Terkait besarannya, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada pimpinan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kebutuhan anggaran nanti kita lihat, fleksibel sesuai dengan instruksi pak Gubernur. Anggarannya ada dan sudah dilakukan penghitungan,” tambahnya.
Dia memastikan, program sekolah swasta grtis akan berjalan lancar dan tidak ada kendala, karena semua persiapan dan kebutuhan anggaran telah disiapkan. Artinya, program tersebut tinggal berjalan di tahun ajaran baru nanti.
Baca Juga: Gubernur Andra Klaim Pembangunan SR Di Pandeglang Tak Ada Kendala
“Insya allah untuk Madrasah Aliyah amanlah, sesuai dengan rencana dan program kerja pak Gubernur. Ditahun ajaran baru ini kita penuhi kuotanya,” ujarnya.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Mahdani mengatakan, pihaknya sudah melakukan penghitungan kebutuhan anggaran untuk membiayai sekolah swasta gratis.
“Kita sudah persiapkan anggaran Rp300 miliar untuk menopang program sekolah swasta gratis. Anggarannya dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun ini,” pungkasnya.
Dia mengatakan, alokasi anggaran untuk program sekolah gratis baik untuk tingkat negeri seperti Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan sekolah sederajat lainnya, serta sekolah swasta setingkat MA akan terus bertambah setiap tahunnya.
“Setiap tahun kemungkinan besar akan bertambah terus anggarannya, karena kan kuotanya juga ikut bertambah. Sekarang aja sudah full, jadi kemungkinan besar bertambah,” tukasnya.
Dia menerangkan, pembayaran dan pengalokasian anggaran tersebut tidak sepenuhnya dilakukan oleh BPKAD Provinsi Banten, melainkan berdasarkan pengajuan dari pihak Dindikbud Provinsi Banten. Oleh karena itu, dia meminta kepada pihak sekolah swasta yang menjadi mitra agar tertib dalam menyusun laporan.
“Jadi pengalokasian anggaran dan pembayrannya nanti sesuai dengan pengajuan yang disampaikan. Makanya, proses pengajuan ini harus tepat waktu dan tertib agar bisa segera dibayarkan,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Tinjau Pra-SPMB di Tangsel, Andra Soni : Tidak Boleh Ada Lagi Titip Siswa
