SATELITNEWS.COM, LEBAK–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Sebanyak 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan dipetakan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Feby Rizky Pratama, mengatakan saat ini wilayah Kabupaten Lebak telah memasuki musim kemarau. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan BPBD, puluhan desa tersebut memiliki tingkat kerawanan terhadap dampak kekeringan yang biasa terjadi setiap tahun. “Sebanyak 90 desa di 23 kecamatan telah kami petakan sebagai wilayah rawan kekeringan dan kesulitan air bersih selama musim kemarau,” kata Feby, Selasa (9/6/2026).
Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, BPBD telah menyiapkan sejumlah sarana pendukung yang akan digunakan dalam penanganan kekeringan. Fasilitas tersebut di antaranya tiga unit mobil tangki air bersih dan lima unit toren yang siap disalurkan ke wilayah terdampak.
Menurut Feby, kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak awal agar penanganan dapat berjalan cepat ketika masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. “Kami sudah menyiapkan armada dan sarana pendukung lainnya untuk membantu masyarakat apabila terjadi kekeringan dan krisis air bersih di wilayah yang telah dipetakan,” ujarnya.
BPBD juga meminta pemerintah desa aktif memantau kondisi warganya selama musim kemarau berlangsung. Jika ditemukan adanya kesulitan memperoleh air bersih, pemerintah desa diminta segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun BPBD. “Kami mengimbau pemerintah desa segera melaporkan apabila terdapat warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Setelah laporan diterima, BPBD akan segera menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Diketahui, Kabupaten Lebak merupakan salah satu daerah di Provinsi Banten yang hampir setiap tahun menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau. Kondisi geografis dan keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah membuat sebagian masyarakat rentan mengalami krisis air bersih ketika curah hujan menurun dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, BPBD berharap masyarakat dapat menghemat penggunaan air dan segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. (mulyana)
Baca Juga: Petani di Lebak Hilang Saat Menyeberangi Sungai Ciujung
