SATELITNEWS.COM, LEBAK--Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Salah satunya melalui Program Pagi Menyapa, yang mendorong guru hadir lebih awal untuk menyambut sekaligus memantau kondisi peserta didik sejak mereka tiba di sekolah.
Kepala Dindik Lebak Doddy Irawan mengatakan, program tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas menyambut siswa.
Kehadiran guru di gerbang sekolah diharapkan dapat membangun kedekatan emosional dengan siswa sekaligus menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi psikologis mereka.
“Pagi Menyapa melibatkan guru yang menyambut siswa di gerbang sekolah setiap pagi. Ini diharapkan dapat membangun kedekatan emosional sekaligus mendeteksi bagaimana kondisi psikologis anak,” kata Doddy, Jumat (9/10/2026)
Menurutnya, praktik kekerasan maupun bullying di sekolah dapat terjadi ketika pengawasan terhadap aktivitas siswa masih memiliki celah.
Baca Juga: Mulai Tahun 2027, Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis
Karena itu, guru didorong untuk lebih aktif berada di lingkungan sekolah, baik saat siswa datang maupun ketika kegiatan sekolah berlangsung.
“Kita harus hadir lebih awal untuk memastikan lingkungan pendidikan yang baik, nyaman dan aman bagi peserta didik,” ujarnya.
Selain memperkuat pengawasan, Dindik Lebak juga meminta pihak sekolah membenahi sejumlah fasilitas yang dinilai berpotensi menjadi lokasi terjadinya bullying.
Area yang minim pengawasan harus ditata agar tidak menjadi ruang bagi siswa melakukan tindakan kekerasan secara tersembunyi.
“Contohnya kondisi toilet yang bersih atau mengurangi ruang-ruang tidak terpakai. Ruang gelap ini harus dibuat terang sehingga tidak bisa dijadikan tempat untuk bullying,” ungkap Doddy.
Ia menilai pencegahan bullying tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Orang tua atau wali murid juga memiliki peran penting dalam mengawasi kondisi anak, terutama ketika siswa mulai menunjukkan perubahan perilaku atau menyampaikan keluhan di rumah.
Baca Juga: Api Lahap Limbah Triplek di Lebak, Dua Mobil Damkar Dikerahkan
Doddy mengingatkan, komunikasi antara sekolah dan orang tua harus dibuka selebar-lebarnya agar setiap persoalan yang dialami siswa dapat segera diketahui dan ditangani.
“Saya sudah memerintahkan kepada guru-guru agar membuka ruang dengan para wali. Ini bisa dijadikan alat untuk memonitor ketika dia (siswa) mengadu ke ibunya sehingga cepat diselesaikan oleh sekolah,” jelasnya.
Dengan pola pengawasan yang lebih aktif dan komunikasi yang terbangun antara guru, siswa serta orang tua, Doddy berharap lingkungan pendidikan di Kabupaten Lebak semakin aman dan mampu mencegah terjadinya bullying terhadap peserta didik.
“Dengan menyapa, koordinasi dan komunikasi bisa terus terjalin dengan baik antara siswa dan guru. Sehingga kasus bullying dan yang lainnya bisa sejak dini dicegah,” pungkasnya. (mulyana)





















