SATELITNEWS.COM, LEBAK – Musim pancaroba mulai terjadi di Kabupaten Lebak. BPBD Lebak memetakan sejumlah jalur rawan pohon tumbang serta wilayah yang berpotensi dilanda banjir genangan dan longsor akibat perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Perubahan cuaca pada masa pancaroba umumnya terjadi pada siang hingga sore hari. Hujan dapat turun secara tiba-tiba dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang dan petir.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memicu sejumlah bencana, terutama pohon tumbang di sejumlah jalur yang selama ini memiliki riwayat kejadian serupa. “Musim pancaroba baru minggu-minggu ini terjadi. Pancaroba khasnya cuaca ekstrem yang terjadi siang menuju sore hari, hujan tiba-tiba ada angin dan petir,” kata Febby, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan BPBD, ancaman pertama yang perlu diwaspadai adalah pohon tumbang. Kejadian tersebut bisa berlangsung tiba-tiba bersamaan dengan hujan, angin kencang maupun petir. “Hasil pemantauan kami pada musim pancaroba kali ini kita bagi menjadi dua. Pertama rawan pohon tumbang. Sebenarnya rawan pohon tumbang ini terjadi tanpa aba-aba, berikut hujan dan petir,” ujarnya.
BPBD mewaspadai sejumlah jalur yang dinilai rawan pohon tumbang. Di antaranya jalur Rangkasbitung-Leuwidamar, Rangkasbitung-Gunungkencana serta Malingping-Bayah. Febby mengatakan, kewaspadaan terhadap jalur tersebut tidak lepas dari tren kejadian beberapa tahun terakhir yang menunjukkan pohon tumbang kerap terjadi saat memasuki musim pancaroba. “Kita waspadai jalur Rangkasbitung sampai Leuwidamar, kemudian Rangkasbitung-Gunungkencana, kemudian Malingping-Bayah. Itu merupakan jalur-jalur yang rawan pohon tumbang,” jelasnya.
Selain pohon tumbang, BPBD juga mengantisipasi banjir genangan, terutama di kawasan perkotaan. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara mendadak berpotensi membuat saluran drainase tidak mampu mengalirkan air dengan cepat. Apalagi, setelah melewati musim kemarau, sejumlah saluran drainase berpotensi mengalami penyumbatan akibat endapan lumpur maupun sampah.
“Nah yang kedua banjir genangan, pertama di perkotaan karena di musim pancaroba ini hujan terjadi secara tiba-tiba kemudian dengan jumlah yang besar. Biasanya drainase pasca kemarau tersumbat, lumpur maupun sampah,” ungkap Febby.
Baca Juga: Menjadi Seorang Relawan Kemanusiaan, Ade Mulyana: “Hidup Hanya Sekali, Buatlah Berarti”
Ancaman lain yang menjadi perhatian adalah longsor. Potensi tersebut terutama berada di kawasan perbukitan yang memiliki lereng dan rawan mengalami pergerakan tanah ketika diguyur hujan. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian BPBD di antaranya Kecamatan Sobang, Muncang, Cibeber, Cigemblong dan Bojongmanik.
“Potensi longsor tentunya ada terutama di daerah perbukitan yang memiliki lereng. Begitu kena angin pasca kemarau biasanya langsung longsor yang kita waspadai Kecamatan Sobang, Muncang, Cibeber, Cigemblong dan Bojongmanik itu yang kita waspadai di musim pancaroba ini,” katanya.
Menghadapi potensi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan deras, angin kencang dan petir. Warga diminta tidak mencari perlindungan di bawah pohon karena berisiko tertimpa dahan atau pohon tumbang.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di tempat terbuka saat petir terjadi. Febby mengingatkan warga untuk mematikan telepon seluler sebagai salah satu langkah kehati-hatian. “Imbauan kita kepada masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon dan mematikan kondisi handphone untuk menghindari tersambar petir, karena beberapa kejadian cukup tinggi hingga ada yang sampai meninggal dunia,” tegasnya.
Khusus warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Jika kondisi lingkungan mulai membahayakan, masyarakat diminta tidak menunggu sampai situasi semakin parah dan segera menuju tempat yang lebih aman. “Kepada masyarakat yang berada di daerah longsor juga harus meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke daerah yang lebih aman,” pungkas Febby.(mulyana)




















