SATELITNEWS.COM, LEBAK-Kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September membuat Pemerintah Kabupaten Lebak terus memasok air bersih ke wilayah terdampak. Hingga 15 Agustus 2026, sebanyak 382 ribu liter air telah didistribusikan kepada warga di 15 kecamatan.
Distribusi air bersih tersebut menyasar 46 desa dengan penerima manfaat mencapai 13.552 kepala keluarga atau 48.573 jiwa. Penyaluran dilakukan Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait sebagai respons terhadap kebutuhan air masyarakat selama masa darurat kekeringan.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Untuk cakupan distribusi air bersih periode Juli sampai dengan 15 Agustus 2026 sebanyak 382.000 liter. Distribusi ini menjangkau 15 kecamatan, 46 desa, 13.552 KK dan 48.573 jiwa,” kata Febby, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, bantuan air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk penanganan pemerintah terhadap dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat. BPBD bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi di setiap wilayah.
“Distribusi ini kita lakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Kita terus melihat wilayah mana yang mengalami kesulitan air bersih dan membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Baca Juga: Cegah Bullying di Sekolah, Dindik Lebak Andalkan Program Pagi Menyapa
Febby menuturkan, hasil pemantauan lapangan dan rapat koordinasi menunjukkan dampak musim kemarau masih berpotensi dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
“Berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan rapat koordinasi, dampak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September,” katanya.
Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi kemungkinan berlanjutnya keterbatasan air bersih. Warga diminta menggunakan air secara hemat dan memprioritaskan kebutuhan sehari-hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Persediaan yang ada agar digunakan secara bijak dan diprioritaskan untuk kebutuhan yang paling penting,” tutur Febby.
Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih juga diminta segera menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah desa maupun kecamatan. Laporan dari wilayah menjadi bahan bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Kalau ada masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih, segera koordinasikan melalui pemerintah desa atau kecamatan. Dengan begitu, kebutuhan di lapangan bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Baca Juga: Api Lahap Limbah Triplek di Lebak, Dua Mobil Damkar Dikerahkan
Selain menghemat air, masyarakat juga diingatkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama jika terjadi kelalaian dalam penggunaan api.
“Di tengah kondisi kemarau, kami juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran. Hindari kegiatan yang dapat memicu api, khususnya di wilayah yang kondisi lingkungannya kering,” pungkasnya.
BPBD Lebak memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak kekeringan akan terus dilakukan. Distribusi air bersih pun akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat hingga musim kemarau berakhir. (mulyana/aditya)





















