SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan perbaikan 1.000 rumah pada 2026. Hingga Oktober, sebanyak 627 unit telah diselesaikan, sementara 373 unit lainnya masih jadi PR.
Di tengah upaya mengejar target tersebut, Pemkot turut mengandalkan kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
Kolaborasi itu diwujudkan melalui bantuan perbaikan rumah bagi empat warga di Kecamatan Jatiuwung, Jumat (9/10/2026). Program ini menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan perbaikan hunian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendukung program bedah rumah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar manfaat pembangunan dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Ke depan, Pemkot Tangerang akan terus mendorong keterlibatan dunia usaha melalui CSR untuk mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi yang terbangun tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga menghadirkan solusi atas kebutuhan warga,” ujar Sachrudin di KWT Deskorda Kecamatan Jatiuwung.
Ia menegaskan, rumah layak huni bukan sekadar persoalan fisik bangunan, melainkan juga menyangkut keamanan, kenyamanan, dan kualitas hidup keluarga.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Kaji Penataan Kabel Semrawut dengan Sistem Ducting Bawah Tanah
“Memperbaiki rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ada rasa aman yang kita hadirkan, kenyamanan yang kita kembalikan, dan kesempatan bagi keluarga untuk menjalani hari-harinya dengan lebih tenang,” tuturnya seusai peletakan batu pertama program bedah rumah.
Melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan, Pemkot Tangerang mencatat 627 rumah telah selesai diperbaiki hingga Oktober 2026. Dengan target tahunan sebanyak 1.000 unit, masih ada 373 rumah yang pengerjaannya perlu dituntaskan.
Sejak program bedah rumah dijalankan, sekitar 10.000 rumah disebut telah dibangun atau diperbaiki. Namun, capaian tersebut perlu dilihat dalam konteks kebutuhan hunian layak masyarakat secara keseluruhan, yang tidak dirinci dalam keterangan kegiatan ini.
Sachrudin berharap, keterlibatan dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat dapat terus diperluas agar semakin banyak warga memperoleh manfaat dari program perbaikan rumah.
“Pemerintah tidak bisa sendirian membangun kota ini. Kita membutuhkan peran serta pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media untuk bergerak bersama dalam semangat kolaborasi pentahelix,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program kepedulian sosial tidak semata-mata diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Sekolah di Kota Tangerang Kembali Tatap Muka Usai PJJ Dampak Abu Vulkanik
“Bentuk kepedulian bukan hanya pada seberapa besar yang diberikan, tetapi seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan perbaikan rumah diberikan kepada empat warga Kecamatan Jatiuwung, yakni Een, Piong, dan Nuryati dari RT 03/RW 04 serta Jarot dari RT 04/RW 04.
Salah satu penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkot Tangerang serta pihak perusahaan yang telah mendukung perbaikan rumahnya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Tangerang dan perusahaan atas bantuan ini. Semoga rumah kami menjadi lebih layak dan nyaman untuk keluarga, serta kebaikan ini membawa manfaat bagi warga lainnya,” ujarnya. (made)





















