SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 harus berjalan transparan, adil, dan bebas dari segala bentuk intervensi. Hal itu disampaikan saat meninjau proses verifikasi pra-SPMB di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (2/6).
Menurut Andra, pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh calon peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama dalam proses penerimaan siswa baru.
“Kami meninjau proses verifikasi pra SPMB untuk sekolah negeri di Tangsel. Harapan kita agar semua merasa atau mendapatkan pelayanan yang sama, adil, transparan, sesuai dengan harapan kita tidak ada lagi titip menitip anak sekolah, tidak boleh ada intervensi kepada kepala sekolah, tidak boleh ada intervensi kepada panitia, biarkan sistem yang saat ini kita yakini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia mengklaim, sistem yang telah disiapkan saat ini mampu menjamin proses seleksi berjalan objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain meninjau SPMB, Andra mengecek pelaksanaan program sekolah gratis di SMP PGRI 1 Ciputat. Pada tahun ajaran 2025-2026, sebanyak 70 siswa di sekolah tersebut telah menjadi peserta program sekolah gratis yang dibiayai Pemerintah Provinsi Banten.
“Tahun 2025-2026 ini ada 70 siswa di SMP PGRI yang ikut program sekolah gratis,” katanya.
Baca Juga: Ketua DPRD Rusdi Alam Dimakamkan, Wali Kota Tangerang: Kota Kehilangan Putra Terbaik
Andra meminta program tersebut tidak hanya berfokus pada pembiayaan pendidikan, tetapi juga membangun komitmen bersama antara sekolah, siswa, dan orang tua.
“Saya minta untuk seluruh peserta program sekolah gratis itu harus membuat komitmen sekolah kepada murid, komitmen murid kepada sekolah, dan komitmen orang tua kepada anak dan sekolah agar program ini di masa depan akan menghasilkan anak-anak berkualitas berpendidikan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program sekolah gratis juga memberikan kepastian pembiayaan bagi sekolah swasta yang selama ini menghadapi kendala jumlah siswa maupun keterbatasan pendapatan dari iuran sekolah.
Dengan meningkatnya jumlah siswa, lanjut Andra, sekolah juga akan memperoleh tambahan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sehingga memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
“Dengan bertambahnya jumlah siswa, maka jumlah BOS-nya bertambah, sehingga sekolah punya keleluasaan untuk memperbaiki sarana, dan kami meminta untuk yang mengikuti program sekolah gratis, gurunya mendapatkan insentif tambahan dari sekolah,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andra juga meninjau distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan. Ia mengapresiasi koordinasi antara sekolah dan penyelenggara program yang menyesuaikan jadwal distribusi makanan karena siswa sedang menjalani ujian.
Baca Juga: Gubernur Andra Soni Sebut UMKM Jadi Penggerak Perekonomian Masyarakat
“Kita harap semua program baik pusat maupun provinsi kota dapat berjalan baik, karena tujuannya bagaimana kita bisa melayani masyarakat,” bebernya.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan program pendidikan yang digagas Pemerintah Provinsi Banten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.
Menurut Benyamin, rata-rata lama sekolah di Kota Tangerang Selatan saat ini telah mencapai 12,6 tahun, sedangkan harapan lama sekolah mencapai 14,5 tahun.
“Program Gubernur ini tentu akan semakin mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Tangerang Selatan,” sebutnya.
Ia menjelaskan, program sekolah gratis Provinsi Banten menjadi pelengkap program bantuan pendidikan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Tangerang Selatan sejak 2022 bagi siswa yang tidak tertampung di SMP negeri.
Melalui program tersebut, sekitar 5.000 siswa mendapatkan bantuan biaya pendidikan untuk bersekolah di SMP swasta. Tahun ini, nilai bantuan biaya personal bagi setiap siswa juga meningkat menjadi Rp1,8 juta per tahun.
“Ada tiga komponen biaya, biaya operasional sekolah dapat dari BOP, biaya investasi dari APBD, kemudian biaya personal. Biaya personal ini yang dicover APBD. Kita rangsang melalui program bantuan beasiswa ini supaya tidak selalu mengandalkan SMP Negeri,” pungkasnya. (eko)

















