SATELITNEWS.COM, SERANG – Profesor dari The Unversity of Sydney, melakukan penelitian keberadaan kapal perang yang karam pada tahun 1942 silam di perairan Pulo Panjang, Kabupaten Serang. Karena kapal karam tersebut, dikabarkan masuk dalam warisan cagar budaya bawah laut.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang, Momahad Ishak Abdul Rouf mengatakan, berdasarkan informasi, tujuan dari Profesor The University of Sydney melakukan penelitian terhadap kapal karam ini, untuk mengetahui sejauh mana kondisinya saat ini.
“Mereka itu arkeologi, sepengetahuan mereka kapal karam ini sudah masuk Warisan Cagar Budaya Bawah Laut. Mereka ingin meneliti di dalamnya masih ada apa, ternyata di dalamnya masih ada meriam, ada senjata perang,” kata Ishak, Selasa (21/7/2026).
Ishak menuturkan, kapal karam yang diteliti merupakan peninggalan pada masa peperangan Jepang. Namun saat ini, kapal tersebut sudah menjadi rumpon atau tempat bersarangnya ikan ikan di laut.
Namun demikian, kata Ishak, terkait dengan penelitian, mereka hanya menyampaikan pemberitahuan terhadap pihaknya. Karena secara resminya, kegiatan tersebut merupakan kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Hasil penelitiannya mungkin untuk akademik mereka, untuk perpustakaan mereka, menambah dokumentasi,” tuturnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Siapkan Anggaran Rp10,8 Miliar Untuk Perbaiki Jembatan Mekarsari
Ishak mengungkapkan, kapal perang karam yang diteliti berada di sekitar laut Pulo Panjang dengan kedalaman sekitar 30 meter. Penelitian ini, selain dari The University of Sydney juga ada dari ITB.
“Mereka sengaja datang kesini (Kabupaten Serang), satu tim ada dua orang, dari ITB satu orang dan satu lagi dari Sydney. Dia itu profesor arkeologi,” pungkasnya. (sidik)

















