SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, meminta kepada pengurus Lumbung Sosial (Lumsos) Se-Provinsi Banten, agar segera menyampaikan pengajuan pengisian stok. Tindakan itu harus dilakukan, karena sampai saat ini persediaan logistik di semua Lumsos masih kosong.
Diketahui, secara keseluhan ada 33 Lumsos di Provinsi Banten, terdiri dari 29 Lumsos bentukan Kemensos sedangkan empat sisanya bentukan Pemkab Pandeglang, yaitu di Kecamatan Cibaliung, Cimanuk, Angsana dan Kecamatan Cibitung.
Sejak awal tahun 2026 lalu, semua Lumsos di Provinsi Banten tidak memiliki stok logostik dan menyebabkan tersendatnya pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana. Persoalan itu muncul karena adanya evisiensi anggaran dari Rp1,4 miliar menjadi Rp493 juta.
Kepala Dinsos Provinsi Banten Lukman menyampaikan kepada semua pengelola atau Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) di masing-masing kecamatan agar segera menyampaikan permohonan pengisian stok.
“Segera sampaikan pengajuannya,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Lukman menerangkan, setelah dilakukan pengajuan, pihaknya tidak bisa segera memenuhi permohonan itu, karena harus melakukan verifikasi terlebih dahulu. Tindakan itu penting untuk dilakukan agar tidak menyalahi aturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga: Banjir Melanda, Stok Logistik Bantuan di Dinsos Kabupaten Serang Menipis
“Proses verifikasi dulu, kan enggak semuanya langsung kita setujui, harus diverifikasi dulu. Jadi nanti ada penilaiannya terkait usulan yang diajukan,” ujarnya.
Lukman juga mengatakan, saat ini kondisi anggaran untuk memenuhi kebutuhan Lumsos di Provinsi Banten mengalami pengurangan akibat evisiensi. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan tersebut akan dilakukan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.
“Kita juga menyesuaikan ini karena kan evisiensi yang dilakukan sangat berpengaruh juga terhadap kemampuan kita. Ya tetapi kita upayakan agar ada stok di masing-masing Lumsos,” ujarnya.
Ketua Foruk KSB Provinsi Banten Madsira mengakui sampai saat ini semua Lumsos yang ada di Provinsi Banten dalam keadaan kosong. Oleh karena itu, dia menyambut baik informasi dari Dinsos Banten terkait dengan pemenuhan stok logostik tersebut.
“Sampai saat ini memang persediaan logistik di semua Lumsos di delapan kabupaten kota masih dalam kondisi kosong. Kita tentunya menyambut baik informasi dari pihak Dinsos Banten,” tukasnya.
Pria yang akrab disapa Beni ini mengatakan, KSB memiliki peran terhadap penanganan bencana dan pasca bencana. Oleh karena itu, persediaan logistik di masing-masing Lumsos sangat penting untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana.
Baca Juga: Dinsos Banten Distribusikan Bantuan, Puluhan Lumsos di Pandeglang – Lebak Mulai Terisi
“Jadi KSB ini bukan hanya menangani bencana alam, tapi non alam juga. Terlebih saat ini sudah masuk musim kemarau dan ada Elnino juga, jadi memang persediaan logistik ini sangat dibutuhkan,” imnuhnya. (adib)
