SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten kembali diterpa issue miring, terkait adanya kerenggangan hubungan antara para pemangku kebijakan.
Kabar itu ramai diperbincangkan sejak awal tahun 2026 ini, dimana hubungan antara Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi, mulai renggang.
Informasi yang berhasil didapat, kerenggangan itu terjadi karena berbagai kepentingan, baik dari sisi politik maupun birokrasi. Salah satu yang paling santer dan menjadi perhatian adalah, proses rotasi dan mutasi 132 pejabat eselon III dan IV atau setingkat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemprov Banten, pada Selasa (31/3/2026) lalu.
Sekitar 80 persen pejabat yang dirotasi merupakan syarat dengan kepentingan, bukan oleh Gubernur atau Wakil Gubernur, melainkan kepentingan Sekda Banten Deden Apriandhi. Bola panas itu kemudian terus bergulir dan menjadi buah bibir dikalangan para pegawai Pemprov Banten.
Bukan hanya itu, ada juga beberapa kegiatan kedinasan yang menyebabkan hubungan ketiganya menjadi renggang, bahkan sempat tidak saling bertegur sapa selama beberapa bulan.
Akibat hal itu, terjadi pengelompokan dikalangan pegawai Pemprov Banten, mulai dari tingkat staf hingga pejabat esselon II atau setingkat kepala dinas. Kondisi itu masih berlangsung hingga saat ini, dan semakin meruncing.
Baca Juga: Dimyati Natakusumah Dinobatkan sebagai Brand Ambassador Catur Banten
Seorang pejabat esselon III Pemprov Banten, yang menolak namanya disebutkan mengakui adanya keretakan hubungan antara ketiganya. Namun, dia tidak bisa berbicara terlalu jauh dan hanya menyampaikan diduga banyak pegawai titipan, di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Pejabat yang dulu kena rotasi itu, kebanyakan orang A3 (Sekda Banten-red), pak Gubernur itu enggak dilibatkan, pak Wagub juga enggak dilibatkan, termasuk penempatan jabatannya,” akunya, saat berbincang dengan wartawan Satelit News di salah satu warung durian, Minggu (26/7/2026) siang.
Dia sedikit menceritakan ketidakharmonisan ketiganya, selain karena perbedaan politik, juga karena kepentingan lain. Terkait hal itu, para pegawai hanya bisa mematuhi instruksi yang disampaikan oleh pimpinan.
“Banyak kepentingan, makanya rotasi selanjutnya belum dilakukan, termasuk pengisian kekosongan jabatan puluhan kepala sekolah. Udah ramai itumah, bukan rahasia umum lagi,” ujarnya.
Sementara, Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, membantah adanya perpecahan termasuk pembagian tugas antara dirinya dengan Gubernur Banten Andra Soni dan Sekda Banten Deden Apriandhi.
“Oh enggak ada, kita ini satu dan sama-sama saling mengetahui apa saja yang dilakukan, jadi enggak ada itu bagi tugas wilayah,” tegasnya.
Baca Juga: APBD Didominasi Pajak, Wagub Dimyati Akan Optimalkan BUMD
Dimyati memastikan, setiap kegiatan atau hal lain yang menyangkut dengan pemerintahan, akan dilakukan secara bersama-sama dan untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok apalagi kepentingan pribadi.
“Jadi setiap apa yang saya lakukan, Pak Gubernur mengetahuinya, begitu juga sebaliknya, apa yang dilakukan Pak Gubernur, saya juga mengetahuinya,” tutupnya. (adib)

















