SATELITNEWS.COM, SERANG – Puluhan lumbung sosial (Lumsos) di semua wilayah Provinsi Banten, mulai mendapatkan pasokan logistik dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten. Kekosongan logistik yang selama ini terjadi mulai teratasi, karena ratusan paket tersebut mulai disebar ke semua wilayah.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Zainal Abidin mengatakan, pendistribusian bantuan logistik ke semua Lumsos di Banten, dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, stok tersebut diberikan ke Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
“Tahap pertama, sudah kita distribusikan ke Pandeglang dan Lebak. Di Pandeglang, stok itu dibagikan ke Kecamatan Patia, Sukaresmi, Panimbang, Sumur, Cikeusik, dan Kecamatan Angsana, Sedangkan di Kabupaten Lebak, bantuan itu diberikan ke Kecamatan Banjarsari, Wanasalam, Bayah, Cilograng, Cimarga, dan Kecamatan Muncang,” katanya, Rabu (1/10/2025).
Pemberian bantuan tahap kedua, akan dilakukan pada hari Kamis (2/10/2025) ke Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, dan Kota Tangerang. Untuk Kabupaten Serang, bantuan diberikan ke Kecamatan Ciwandan, Anyer, dan Kecamatan Cinangka.
Sedangkan di Kabupaten Pandeglang, bantuan diberikan ke Kecamatan Carita, Labuan, dan Kecamatan Pagelaran. Di Kaota Serang, bantuan diberkan ke Kecamatan Jayanti, Gandasari, Nambo, dan Kecamatan Bendang. Kemudian di Kota Serang, bantuan diberikan ke Kecamatan Kasemen.
“Bantuan yang diberikan itu, berupa paket sembako, makanan cepat saji, keperluan bayu, sandang, pangan, dan bantuan cepat lainnya. Dengan adanya bantuan itu, nanti bisa dengan mudah diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana atau yang membutuhkan,” tambahnya.
Baca Juga: Lumsos Masih Kosong, Kadinsos Banten: Segera Sampaikan Pengajuan
Dia mengatakan, meskipun tahun ini pihakanya mengalami pemangkasan anggaran karena efisiensi. Hal itu, kata dia, tidak terlalu mempengaruhi pemenuhan stok logistik di 33 Lumsos di Provinsi Banten, karena ketersediaan logistik merupakan keharusan sebagai bentuk penanganan awal kebencanaan.
“Tahun ini untuk buffer stock, kita menganggarkan Rp 1,4 Miliar, namun karna efesiensi dikurangi menjadi Rp 1,2 Miliar, anggaran ini tidak hanya untuk logistik di Lumsos bentukan Kemensos, tetapi juga untuk mendukung keteraedian logistik di Lumsos bentukan Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.
Dia menerangkan, secara keseluruhan ada 33 Lumsos yang tersebar disemua wilayah Provinsi Banten. Dari jumlah itu, 29 Lumsos merupakan bentukan Kementerian Sosial (Kemensos), sedangkan empat sisanya merupakan bentukan Kabupaten Pandeglang, tepatnya berada di Kecamatan Cibitung, Cimanuk, Angsana, dan Kecamatan Cibitung.
Jumlah itu, kata dia, belum ideal karena Provinsi Banten memiliki daerah yang luas dan banyak potensi bencana alam terjadi. Oleh karena, keberadaan Lumsos ini untuk merespons cepat bantuan bagi para korban bencana alam.
“Kalau berbicara kebutuhan 33 ini belum merata, karena wilayah kita terdiri dari 1.300 lebih Desa, 300 sekian lebih Kelurahan, masih jauh dari kata cukup, karena memang kita mengisi berdasarkan kebutuhan,” ujarnya lagi.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Banten, Madsira mengatakan, bantuan sosial yang diberikan untuk mengisi satu Lumsos itu, berupa tiga buah tenda kerucut, lima dus air mineral, dua bal mie jagung, tiga dus mie instan, tiga dus sarden tiga dus minyak goreng.
Baca Juga: Pemkab Pandeglang “Angkat Tangan”, Dinsos Banten Siap Penuhi Kebutuhan Lumsos di Pandeglang
Kemudian, empat dus terigu, lima paket makanan anak, lima biji selimut, 20 karung beras, lima tas kid swere, empat kasur lantai orange, dan riga terpal cokelat.
“Bantuan itu nantinya bisa digunakan atau dikeluarkan untuk memabantu masyarakat ketika terjadi bencana atau keadaan darurat lainnya,” pungkasnya.
Madsira mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten, agar bantuan logistik untuk menyuplai Lumsos terus berjalan baik. Oleh karena, selama ini keberadaan Lumsos kerap mengalami kekosongan, karena kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
“Selama ini, memang sering terjadi kekosongan. Seperti di Pandeglang saja, sudah setahun lebih Lumsos itu kosong karena tidak di Suport oleh Pemda. Padahal, selama ini ketika terjado bencana, banyak masyarakat yang meminta bantuan, tapi kita nggak bisa berbuat banyak,” imbuhnya. (adib)
