SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Sekitar 2 bulan sudah, krisis air bersih yang merupakan dampak dari kekeringan di musim kemarau ini, melanda wilayah Kabupaten Pandeglang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, terus berupaya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD-PK Pandeglang, bantuan air bersih tersebut telah disalurkan pada 9.391 kepala keluarga (KK) di 20 desa yang tersebar di 11 kecamatan, yakni Kecamatan Cadasari, Koroncong, Cikeusik, Munjul, Angsana, Sindangresmi, Sukaresmi, Patia, Karangtanjung, Pagelaran dan Cigeulis.
Sekretaris BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana menjelaskan, saat ini tercatat 9.391 kepala keluarga (KK) dari 20 desa di 11 kecamatan, masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
Maka pihaknya mengaku, hingga saat ini petugas BPBD-PK setiap hari terus melakukan pendistribusian air bersih, ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“Kami berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, selama musim kemarau. Distribusi air bersih, dilakukan setiap hari sesuai dengan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah, dimana data bantuan air bersih sementara ini sudah mencapai 174 ribu liter air bersih,” ungkap Nana, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: 1.790 Hektare Sawah Di Banten Kekeringan, 68 Hektare Terkena Puso
Nana pun menghimbau, agar masyarakat yang telah mendapat bantuan air bersih, atau yang masih memiliki persediaan air bersih di rumah, maupun di daerahnya, agar bisa menggunakan air secara bijak dan hemat pemakaiannya, selama musim kemarau masih berlangsung.
“Salah satu langkahnya yakni, kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air bersih di musim kemarau ini, berhemat dalam penggunaan merupakan langkah paling penting, agar persediaan air bersih dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh warga yang terdampak kekeringan,” tambahnya.
Seorang warga di titik distribusi bantuan yang berada di Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Romih mengaku, kini keluarganya sangat bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah, karena sumur yang selama ini menjadi sumber air utama, sudah tidak lagi mengeluarkan air sejak dua bulan terakhir.
“Kesulitan air bersih di wilayah kami ini sudah hampir dua bulan, akibat kemarau panjang yang menyebabkan sumur-sumur di kampung kami mengering. Kami sangat terbantu, dengan adanya bantuan air bersih ini. Sumur sudah kering, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari kami harus berjalan sekitar dua kilometer ke sungai, itu pun bukan air bersih untuk konsumsi, kalau untuk minum dan memasak, kami terpaksa harus membeli galon isi ulang,” akunya.
Diinformasikan, selain BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, penyaluran bantuan air bersih juga dilakukan sejumlah relawan kemanusiaan seperti, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Boedak Saung Rescue (BSR), Relawan Mengetuk Pintu Langit, serta para pihak terkait lainnya.
Pembina BSR Ade Mulyana menyatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tidak bisa ditunda-tunda.
Baca Juga: Tangani Kekeringan, Jajaran Polres Pandeglang Turut Salurkan Bantuan Air Bersih
Pihaknya juga berharap, pemerintah melakukan gerak cepat serta penanganan khusus di musim kemarau ini. Karena, kejadiannya sudah rutin setiap tahun.
“Butuh penanganan masif dan terstruktur, bagaimana menekan dampak sekecil – kecilnya,” imbuhnya. (mardiana)

















