SATELITNEWS.COM, SERANG –- Lebih dari 350 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Provinsi Banten, mengikuti kegiatan Q-Impact (Qur’anic Impact Training) yang diselenggarakan Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Banten, 24–26 Juli 2026 di salah satu hotel di Kabupaten Tangerang, Banten.
Kegiatan berasal dari berbagai unsur strategis PKS, mulai dari anggota legislatif, pejabat eksekutif, hingga tokoh dan pengurus partai di tingkat wilayah maupun daerah. Program tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas ruhiyah kader, khususnya mereka yang mengemban amanah sebagai pejabat publik dan figur masyarakat.
Ketua BKAP DPW PKS Banten, A’la Rotbi, mengatakan Q-Impact bertujuan mengembalikan jati diri seorang muslim agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mengambil kebijakan dan keputusan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat komitmen para kader, khususnya pejabat publik dari PKS, agar setiap kebijakan yang diambil selalu berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Karena itu kami mendorong seluruh pejabat publik PKS, baik eksekutif maupun legislatif, untuk mengikuti kegiatan ini bersama pasangan masing-masing,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Pembukaan kegiatan dihadiri Presiden PKS Ahmad Al Muzammil Yusuf, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, yang mewakili Bupati Tangerang, Ketua DPW PKS Banten Najib Hamas, serta jajaran pengurus DPW PKS Banten lainnya.
Selama tiga hari dua malam, peserta mengikuti berbagai sesi pendalaman Al-Qur’an yang membahas tema kepemimpinan, keikhlasan, militansi, serta pembentukan karakter muslim yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: 250 Anggota Utama PKS Banten Mengikuti Kemah Bela Negara di Gunung Malang
Materi disampaikan oleh para narasumber, yang memiliki kompetensi di bidang tafsir, tahfiz Al-Qur’an, hingga aktivis kemanusiaan yang berkiprah dalam aksi kemanusiaan baik didalam maupun luar negeri.
Presiden PKS Ahmad Al Muzammil Yusuf menyatakan Q-Impact merupakan bagian dari kontribusi PKS dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, PKS akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian terhadap pembangunan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Ia menilai Q-Impact menjadi instrumen penting, dalam membentuk pejabat publik yang ikhlas, jujur, berintegritas, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam menjalankan amanah.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan akan menjadi program pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh BKAP PKS Banten,” tambahnya.
Sementara, Ketua DPW PKS Banten Najib Hamas mengatakan, Q-Impact merupakan kelanjutan dari rangkaian pembinaan kader yang dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga: PKS Banten Tekankan Kadernya Kembangkan Potensi Diri dan Militansi
Sebelumnya, kader PKS Banten telah mengikuti kegiatan Kemah Bela Negara sebagai sarana penguatan wawasan kebangsaan, bela negara, serta pembinaan jasadiyah.
“Melalui Q-Impact kami memperkuat dimensi ruhiyah kader agar seimbang antara kekuatan fisik, wawasan kebangsaan, dan spiritualitas. Ke depan juga akan dilaksanakan bimbingan teknis bagi para pejabat publik untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Penutupan kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan Q-Impact sebagai langkah positif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Menurutnya, meskipun Banten dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak ulama, masih terdapat masyarakat yang belum lancar membaca dan menulis Al-Qur’an.
Karena itu, pelatihan semacam ini dinilai penting untuk melahirkan kader-kader yang mampu menjadi penggerak dan pengajar Al-Qur’an di tengah masyarakat dengan pemahaman yang benar sesuai kaidah.
Melalui penyelenggaraan Q-Impact, DPW PKS Banten berharap lahir pemimpin-pemimpin publik yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga berkarakter Qurani sehingga mampu menghadirkan kebijakan yang berkeadilan, berintegritas, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (sidik)

















