SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Kerusakan alam di Provinsi Banten, bukan hanya karena masih banyaknya celah regulasi yang bisa dimanfaatkan berbagai stakeholder untuk mencari keuntungan pribadi, tetapi juga karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan lingkungan.
Penilaian tersebut diungkapkan Rifki Gozali, Ketua Panitia Mangrove Camp Vol. 3, yang digelar Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Provinsi Banten, Minggu (26/7/2026).
Mangrove Camp Vol. 3 diikuti 100 peserta yang merupakan perwakilan dari Mapala se-Banten, Siswa Pencinta Alam (Sispala) dan komunitas pencinta alam. Kegiatan digelar Sabtu – Minggu (25 – 26/7/2026) di Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.
Menurut Gozel (sapaan akrab Rifki Gozali,red), dari data yang Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, tingkat kerusakan hutan mangrove di Provinsi Banten mencapai 60 persen dari total luas 2.600 hektare, dengan wilayah pesisir seperti Teluk Banten, Kabupaten Serang, dan kawasan utara mengalami dampak terparah akibat alih fungsi lahan serta abrasi.
“Kegiatan Mangrove Camp ini, bertujuan melestarikan alam, mencegah abrasi, dan menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan. Harapannya, semua elemen masyarakat punya kesadaran yang sama dalam menjaga lingkungan,” katanya, Minggu (26/7/2026).
Anisa Hermawati alias Semes, peserta dari Skala (Mapala Cilegon) mengatakan, manfaat dari kegiatan ini, banyak mengedukasi masyarakat dan mengajak mapala dan masyarakat umum untuk berkontribusi menjaga bumi.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dorong OPD Perkuat Inovasi untuk Raih Dukungan Pusat
Dikatakan Semes, dalam kegiatan tersebut, digelar Talkshow Pengelolaan UMKM Mangrove dengan produk selai dan sirup Mangrove, talkshow tentang lingkungan, pentas seni tari tradisional Banten, puisi bertema lingkungan, sharing session, live music, dan teknik penanaman mangrove.
“Kami melakukan gerakan penanaman mangrove ini, dalam rangka memperingati Hari Mangrove se-Dunia. Panitia dan peserta, menanam 1.000 batang Mangrove di Cibungur,” tambahnya.
Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP & Ekraf) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi apa yang dilakukan PKD Mapala Banten.
Menurutnya, kegiatan seperti itu, bukan hanya soal membangun kepedulian generasi muda, tetapi juga punya banyak dampak positif.
“Mangrove Camp Vol 3 ini, juga berdampak dalam menjaga lingkungan dan menekan kerusakan hutan mangrove. Selain itu, kegiatan seperti ini juga bisa dikemas menjadi event wisata berbasis edukasi. Untuk itu, kami sangat mendukungnya,” aku Mia. (mardiana)

















