SATELITNEWS.COM SERANG – Pemprov Banten, siap memenuhi kebutuhan stok logistik 16 lumbung sosial (Lumsos) di 14 kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Oleh karena, selama ini belasan Lumsos itu diabaikan oleh Pemkab Pandeglang, karena kekurangan anggaran.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Zainal Abidin mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada para pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) di Banten khususnya Kabupaten Pandeglang terkait pengisian stok logistik untuk Lumsos.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pengurus KSB terkait stok logistik. Tinggal ajukan proposal kepada kita, akan segera kita penuhi kebutuhan stok logistiknya,” katanya, Kamis (14/8/2025).
Dia mengatakan, meskipun tahun ini pihakanya mengalami pemangkasan anggaran karena efisiensi. Hal itu, kata dia, tidak terlalu mempengaruhi pemenuhan stok logistik di 33 Lumsos di Provinsi Banten, karena ketersediaan logistik merupakan keharusan sebagai bentuk penanganan awal kebencanaan.
“Tahun ini untuk buffer stock kita menganggarkan Rp 1,4 miliar, namun karna efesiensi dikurangi menjadi Rp 1,2 miliar, anggaran ini tidak hanya untuk logistik di Lumsos bentukan Kemensos, tetapi juga untuk mendukung keteraedian logistik di Lumsos bentukan Kabupaten Pandeglang,” tambahnya.
Dia menerangkan, secara keseluruhan ada 33 Lumsos yang tersebar disemua wilayah Provinsi Banten. Dari jumlah itu, 29 Lumsos merupakan bentukan Kementerian Sosial (Kemensos), sedangkan empat sisanya merupakan bentukan Kabupaten Pandeglang, tepatnya berada di Kecamatan Cibitung, Cimanuk, Angsana, dan Kecamatan Cibitung.
Baca Juga: Lumsos Masih Kosong, Kadinsos Banten: Segera Sampaikan Pengajuan
Jumlah itu, kata dia, belum ideal karena Provinsi Banten memiliki daerah yang luas dan banyak potensi bencana alam terjadi. Oleh karena, keberadaan Lumsos ini untuk merespins cepat bantuan bagi para korban bencana alam.
“Kalau berbicara kebutuhan 33 ini belum merata, karena wilayah kita terdiri dari 1.300 lebih Desa, 300 sekian lebih Kelurahan, masih jauh dari kata cukup, karena memang kita mengisi berdasarkan kebutuhan,” ujarnya.
“Lumbung Sosial ini dibangun untuk mendekatkan bantuan logistik agar bisa dengan cepat disalurkan, baik pra bencana, saat bencana maupun pasca bencana,” timpalnya.
Dia berharap, keberadaan Lumsos dalam jangka panjang bisa menjadi mandiri dan tidak mengandalkan sepenuhnya bantuan dari Pemerintah atau bisa mandiri. Caranya, kata dia, bisa melibatkan masyarakat yang secara finansial memadai atau melibatkan pihak swasta.
“Harapan kami kedepan Lumbung Sosial ini bisa lebih mandiri dan berdaya, karena ini sifatnya swadaya sehingga bisa lebih mengutamakan partisipasi masyarakat dan swasta melalui CSR,” ujarnya lagi.
Sementara, Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten Madsira mengatakan, selama ini belasan Lumsos di Kabupaten Pandeglang mengalami kekosongan dan belum pernah mendapatkan perhatian dari Dinsos Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Dinsos Banten Distribusikan Bantuan, Puluhan Lumsos di Pandeglang – Lebak Mulai Terisi
“Kalau dari Dinsos Pandeglang enggak ada, karena mereka enggak ada anggarannya. Ada pun anggaran itu untuk Dinsos sendiri bukan untuk Lumsos, kita sudah sering dan berupaya berkomunikasi dengan pihak Dinsos Pandeglang, tetapi sampai saat ini belum bisa memenuhi stok logistik Lumsos,” ucapnya.
Dia mengaku, karena terus diabaikan oleh Dinsos Pandeglang, pihaknya kemudian melakukan komunikasi dengan Dinsos Banten. Hasilnya, kata dia, pihak Dinsos Banten menyetujui untuk memberikan bantuan stok logistik bagi Lumsos di Kabupaten Pandeglang.
“Alhamdulillah Dinsos Banten sudah menyetuhui, tinggal nanti para pengurus KSB membuat proposal ditujukan kepada Gubernur Bantem cq Dinsos Banten. Setelah itu stok ligistik akan dikirimkan ke Lumsos,” imbuhnya. (adib)
