SATELITNEWS.COM, SERANG – Kemarau panjang yang melanda semua wilayah Banten, mulai dirasakan masyarakat, salah satunya di Kabupaten Pandeglang. Sedikitnya lebih dari seribuan masyarakat di dua kecamatan, mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten Beni Madsira mengatakan, dari delapan kabupaten/kota di Banten, baru wilayah Pandeglang yang menyampaikan laporan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
“Untuk Banten, wilayah yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih baru di wilayah Pandeglang. Jika dihitung jumlahnya, lebih dari seribu, bahkan bisa sampai tiga ribuan,” katanya, Minggu (12/7/2026).
Ribuan warga itu, kata dia, tinggal di dua kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan tersebar di sepuluh desa. Masyarakat setempat, lanjutnya, sudah mengajukan permohonan bantuan untuk bisa dikirimkan persediaan air bersih kepada pemerintah setempat.
“Kekeringan dan krisis air bersih terjadi di Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Angsana sudah ada sekitar lima desa kesulitan air bersih, di Kecamatan Sindangresmi ada sekitar lima sampai enam desa kekeringan,” ujarnya.
Dia mengatakan, KSB sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang dan BPBD Provinsi Banten, agar bisa membantu mengirim pasokan air bersih kepada masyarakat.
Baca Juga: Dampak Kemarau Panjang, Bencana Alam Intai Wilayah Banten
“Kita sudah terima laporannya dan kita juga sudah sampaikan kepada pihak BPBD, agar bisa membantu mengirim pasokan air bersih. Hari ini akan ada pengiriman air untuk warga di Kecamatan Angsana,” tandasnya.
Madsira mengatakan, wilayah Banten yang rentan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih selama kemarau, hampir merata di delapan kabupaten/kota. Namun, lokasi yang cukup berdampak besar yaitu di Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Serang.
“Sebetulnya hampir semua daerah di Banten, rentan sekali kesulitan mendapatkan air bersih selama kemarau. Hanya saja, yang paling berat itu di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Serang,” ujarnya lagi.
Dia mengatakan, pengiriman bantuan air bersih itu bisa dilakukan setiap hari ke lokasi berbeda, menggunakan mobil tangki milik BPBD. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak swasta, agar bisa ikut membantu.
“Biasanya, setiap tahun juga ada dari pihak swasta atau BUMD. Makanya kita akan segera koordinasikan, agar bisa ikut membantu mengirimkan pasokan air bersih kepada masyarakat,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan pasokan air bersih selama musim kemarau.
Baca Juga: El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA
“Kita sudah koordinasikan dengan semua pihak, termasuk kepolisian agar bisa membantu mendistribusikan pasokan air bersih kepada masyarakat. Kenapa kita lakukan itu, karena jika hanya dari BPBD akan sulit,” ungkapnya.
Dia mengaku, sudah melakukan pembahasan bersama pemerintah kabupaten/kota dalam upaya menghadapi musim kemarau panjang, karena ada beberapa bencana alam yang harus diwaspadai.
“Kita sudah sampaikan potensinya apa saja, yang jelas itu adalah kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Inilah yang kita mitigasi, agar penanganannya bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” imbuhnya. (adib)




























