Minggu, 12 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Kandang Ayam Dekat Permukiman, Warga Perumahan Alam Serua 2 Protes

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 12 Jul 2026 16:46 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangsel, Metro Tangerang
Kandang Ayam Dekat Permukiman, Warga Perumahan Alam Serua 2 Protes

Kandang ayam di dekat Perumahan Alam Serua 2, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Warga Perumahan Alam Serua 2, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan beroperasinya kembali sebuah kandang ayam yang lokasinya hanya berjarak sekitar 20 meter dari kawasan permukiman. Aktivitas kandang ayam komersial tersebut menimbulkan bau menyengat, memicu munculnya lalat serta menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan dan lingkungan.

Keluhan warga mencuat setelah kandang ayam tersebut kembali beroperasi sekitar dua pekan lalu. Padahal, sebelumnya kandang itu sempat lama tidak digunakan.

Salah seorang warga Perumahan Alam Serua 2, Yusuf Azhari mengatakan kandang ayam tersebut sebenarnya sudah berdiri sejak sekitar 2015. Namun, aktivitasnya sempat terhenti cukup lama sebelum akhirnya kembali beroperasi.

“Sebenarnya kandang itu sudah ada berdasarkan pemiliknya di 2015- an, terus vakum lama. Itu posisinya kandang ayam beroperasi lagi sekitar 2 minggu lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/7).

Menurutnya, keberadaan kandang ayam di tengah lingkungan permukiman kini menimbulkan persoalan baru bagi warga. Selain bau menyengat, warga juga mulai mendapati banyak lalat yang masuk ke rumah-rumah.

“Sedangkan posisi kandang sekarang mengganggu, polusi bau, potensi lalat yang sudah mulai banyak hinggap ke warga,” ucapnya.

Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya

Yusuf mengaku warga sempat mendatangi lokasi untuk berdialog secara baik-baik dengan pemilik kandang. Dalam pertemuan tersebut, pemilik yang mengaku bernama Ari disebut mengakui bahwa kandang tersebut merupakan miliknya.

“Kita mediasi gimana, tetapi pihak mereka tetap tidak mau menutup, sedangkan posisi kandang sekarang mengganggu, polusi bau, potensi lalat yang sudah mulai banyak hinggap ke warga,” jelasnya.

BeritaTerbaru

Festival Muharram Cengkok Padukan Layanan Publik dan Pemberdayaan UMKM

Festival Muharram Cengkok Padukan Layanan Publik dan Pemberdayaan UMKM

Sabtu, 11 Jul 2026 17:21 WIB

Lahan Eks Pasar Kragilan Digugat di Pengadilan, Majelis Hakim Periksa Objek Sengketa

Sabtu, 11 Jul 2026 14:07 WIB
Pejabat, Pengusaha Hingga Karang Taruna di Curug Sulap Rumah Kumuh Jadi Layak Huni

Pejabat, Pengusaha Hingga Karang Taruna di Curug Sulap Rumah Kumuh Jadi Layak Huni

Sabtu, 11 Jul 2026 08:36 WIB
PKB Kota Tangerang Desak Tunjangan Sertifikasi Guru Agama PPPK Dibayar

PKB Kota Tangerang Desak Tunjangan Sertifikasi Guru Agama PPPK Dibayarkan

Sabtu, 11 Jul 2026 08:26 WIB

Mediasi yang dilakukan pada pekan lalu, lanjut Yusuf, tidak membuahkan hasil. Karena itu warga memutuskan melaporkan persoalan tersebut ke sejumlah instansi pemerintah, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, pihak kecamatan hingga kelurahan.

Diketahui, kandang ayam dan perumahan warga hanya terpisahkan oleh tembok beton. Jaraknya yang begitu dekat, membuat aroma tidak sedap terhirup akibat terbawa angin.

Ketua Lingkungan RT 04 RW 05, Doddy Agung Faiz Kara menilai lokasi kandang ayam terlalu dekat dengan area permukiman sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan warga.

“Yang pertama pasti polisi udara, batas kandang ayam ke tembok perumahan kurang lebih 10 sampai 20 meter. sangat dekat sekali dengan area permukiman. Apa efeknya, aroma bau bisa dirasakan sendiri, baik bau ayam maupun bau dari kotorannya itu sendiri,” sebutnya.

Baca Juga: Api Lahap Dua Bengkel di Jalan Otista Raya Ciputat, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Ia menjelaskan, lingkungan yang terdampak terdiri dari sekitar 54 rumah. Bau dari kandang disebut paling menyengat pada pagi dan sore hari ketika angin mengarah ke kawasan perumahan.

“Aroma baunya itu semakin parah ketika pagi dan sore, karena baunya terbawa angin,” katanya.

Doddy mengatakan pihak lingkungan telah dua kali berkomunikasi langsung dengan pengelola kandang. Namun upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan sehingga akhirnya warga mengirimkan surat pengaduan kepada sejumlah instansi pemerintah.

Warga meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap legalitas operasional kandang ayam tersebut, termasuk perizinan usaha, persetujuan lingkungan, dan seluruh dokumen yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

Selain itu, warga juga meminta dilakukan pemeriksaan mengenai kesesuaian lokasi peternakan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan, mengingat lokasi kandang berada di sekitar kawasan permukiman.

Dalam pernyataan sikap yang diterima, parga Perumahan Alam Serua 2 berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat segera menindaklanjuti pengaduan ini secara objektif, transparan, dan sesuai
ketentuan hukum yang berlaku demi melindungi hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan nyaman.

Apabila dalam waktu yang wajar tidak terdapat tindak lanjut maupun penyelesaian yang memadai terhadap pengaduan yang telah disampaikan, warga akan mempertimbangkan langkah-langkah hukum sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk upaya perdata maupun upaya hukum lainnya, guna memperoleh perlindungan atas hak-hak masyarakat. (eko)

Tags: ayamciputatkandang ayampermukimanTangerang Selatan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang, Sabtu 11 Juli, Di Sini Lokasinya
Kota Tangerang

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang, Sabtu 11 Juli, Di Sini Lokasinya

Sabtu, 11 Jul 2026 07:34 WIB
Bupati Tangerang Umumkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan
Headline

Bupati Tangerang Umumkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan

Sabtu, 11 Jul 2026 07:17 WIB
Kejagung Umumkan Pengunduran Diri Jampidsus Febrie Adriansyah
Headline

Kejagung Umumkan Pengunduran Diri Jampidsus Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Jul 2026 06:57 WIB
Kabupaten Tangerang

Pabrik Plastik di Pakuhaji Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 16:47 WIB
Headline

Jabatan Sekda Tangsel Digugat, Benyamin: Tak Apa-apa

Jumat, 10 Jul 2026 16:36 WIB
Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Larang Mengemis di Jalan, Ingat Jangan Beri Uang

Jumat, 10 Jul 2026 16:36 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pemkot Tangsel Tingkatkan Kualitas 5.000 Kader Posyandu

Pemkot Tangsel Tingkatkan Kualitas 5.000 Kader Posyandu

Senin, 6 Jul 2026 17:34 WIB
Uniba Serang Lepas 1.948 Mahasiswa KKM ke Kabupaten Tangerang, Dorong Desa Mandiri

Uniba Serang Lepas 1.948 Mahasiswa KKM ke Kabupaten Tangerang, Dorong Desa Mandiri

Rabu, 8 Jul 2026 14:56 WIB
Kemenangan Argentina Diwarnai Drama dan Kontroversi

Kemenangan Argentina Diwarnai Drama dan Kontroversi

Rabu, 8 Jul 2026 17:23 WIB
Pemkab Lebak Jamin Nasib PPPK, Gaji Aman hingga 2027

Pemkab Lebak Jamin Nasib PPPK, Gaji Aman hingga 2027

Minggu, 12 Jul 2026 18:40 WIB
Perumdam TKR Berikan Bantuan Sembako dan Penyediaan Air Bersih Gratis Bagi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Perkuat Dukungan Penanganan Kebakaran, Perumdam TKR Berikan Bantuan Sembako dan Penyediaan Air Bersih Gratis Bagi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Rabu, 8 Jul 2026 20:04 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.