SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Sebuah pemandangan menyejukkan hati terlihat di Kampung Margasari RT05/RW08, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Di tengah keterbatasan anggaran daerah yang kerap memakan waktu birokrasi, Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, Anggota DPRD, Karang Taruna dan PT NFU secara gotong-royong membangun rumah tidak layak huni milik Asan.
Camat Curug, Arif Rachman Hakim mengatakan bahwa, langkah taktis ini diambil tanpa menunggu turunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027, karena kondisi rumah milik Asan terbilang sudah sangat kritis dan diperlukan penanganan segera, agar penghuni dapat tinggal dengan aman dan nyaman.
“Hari ini kita secara gotong-royong, bersama DPRD, Kelurhan, Karang Taruna, dan pihak swasta secara gotong-royong melakukan bedah rumah milik Asan warga Kampung Margasari, Kelurhan Curug Kulon, Kecamatan Curug. Katanya, alasan utama bedah rumah ini dikarenakan kondisi rumah yang sudah sangat tidak layak, kalau harus menunggu APBD 2027 khawatir keburu roboh, ” kata Arif Rachman Hakim kepada Satelit News, Jumat (10/7).
Selain mencegah terjadinya kerobohan terhadap rumah Asan, kegiatan swadaya dalam memperbaiki rumah Asan ini juga menunjukan budaya gotong-royong tetap harus dijaga. Dirinya juga menegaskan, bahwa perbaikan rumah Asan ini menggunakan anggaran pribadi masing-masing, baik itu Lurah, Anggota Dewan, Ketua Katar, dan juga pihak PT NFU.
Menurut Arif, selain itu masyarakat sekitar juga turut membantu, bahu membahu membantu pembongkaran dan perbaikan rumah semata wayang milik Asan. Arif berharap, kegiatan bedah rumah swadaya ini dapat memberikan manfaat kepada Asan dan keluarganya.
“Semoga kegiatan swadaya bersama masyarakat ini dapat meringankan beban Asan dan keluarganya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat gotong-royong dan rasa persaudaraan, ” harapnya.
Baca Juga: Bersalah Suap Pejabat Bea Cukai Rp 63,5 M, Bos BR Cargo Dihukum 2 Tahun Penjara
Sementara itu, Asan mengaku sangat senang dan bahagia setelah mendapatkan bantuan bedah rumah secara gratis. Bahkan dirinya merasa sangat terharu dengan kehadiran masyarakat sekitar yang turut membantu dalam proses pembongkaran dan pembangunan rumah semata wayangnya itu.
“Alhamdulillah, terimakasih kepada semuanya, Pak Camat, Pak Lurah, Pak Dewan, Karang Taruna, dan juga masyarakat sekitar yang turut membantu proses bedah rumah ini. Alhamdulillah saya sangat senang sekali, ” katanya. (alfian)




























