SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Sejumlah armada milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang digunakan untuk menangani kebakaran dan penyelamatan diketahui telah berusia lebih dari satu dekade. Bahkan sebagian dinilai sudah tidak lagi layak digunakan secara optimal.
Keterbatasan armada tersebut diakui langsung oleh petugas di lapangan. Mereka berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pengadaan kendaraan baru agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Anggota Damkar Kota Tangerang Selatan, Ilham mengatakan bahwa armada tertua yang masih digunakan saat ini merupakan kendaraan keluaran tahun 2011. Usia kendaraan yang sudah lebih dari 10 tahun membuat performanya tidak lagi maksimal saat diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Iya paling lama kita punya 2011. Iya sebenarnya memang melihat situasinya karena mobil sudah 10 tahun, sudah tidak layak,” ujarnya, Kamis (9/7).
Menurutnya, kondisi kendaraan yang menua cukup memengaruhi efektivitas petugas ketika menjalankan tugas. Meski masih bisa digunakan, berbagai komponen kendaraan mulai mengalami penurunan kualitas. Ia menjelaskan, perawatan rutin seperti penggantian oli terus dilakukan. Namun, kerusakan pada sejumlah komponen tetap kerap muncul akibat faktor usia kendaraan.
“Perawatan rutin. Kalau perawatan ganti oli. Kalau mesinnya ada yang lebih 10 tahun ada yang kurang enak,” katanya.
Baca Juga: Tiga Gudang di Taman Tekno Tangsel Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Miliaran Rupiah
Tak hanya persoalan mesin, kondisi interior kendaraan pun mulai mengalami penurunan. Beberapa bagian seperti sistem kemudi hingga kursi pengemudi sudah tidak lagi dalam kondisi prima.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin mengungkapkan bahwa usulan pengadaan kendaraan baru sebenarnya telah diajukan hampir setiap tahun, baik melalui anggaran murni maupun perubahan. Namun hingga kini belum juga terealisasi.
“Sudah, responnya lambat, pengajuan mah setiap tahun, perubahan juga. Kemarin saya minta belum juga ada anggarannya,” jelasnya.
Ia memaparkan, Damkar Tangsel saat ini memiliki delapan pos pelayanan yang masing-masing dilengkapi dua unit kendaraan, sehingga total armada mencapai 16 unit. Meski demikian, dari seluruh armada tersebut hanya empat unit yang dinilai masih benar-benar layak untuk beroperasi secara optimal.
“Tangsel setiap pos kita ada 2 unit, ada 8 pos kita jadi 16. Pokoknya yang layak 4 unit. Personel hampir 200 lebih,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengakui bahwa pengadaan kendaraan operasional Damkar memang menghadapi keterbatasan anggaran daerah. Menurutnya, berbeda dengan kendaraan dinas lain yang dapat disewa, armada pemadam kebakaran harus dimiliki pemerintah karena merupakan kendaraan khusus.
Baca Juga: Mulai Agustus 2026, Satpol PP Tangsel Bakal Tipiring Bangunan Tak Berizin
“Iya kalau damkar ambulans, kemudian truk sampah, alat berat, itu memang tidak sewa. Jadi kita beli, kalau rusak harus kita perbaiki,” sebutnya.
Ia menjelaskan, realisasi pengadaan armada baru sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah dan usulan dari organisasi perangkat daerah (OPD). Saat disinggung mengenai usulan pengadaan yang telah diajukan namun belum terealisasi, Benyamin mengakui persoalan utamanya berada pada keterbatasan anggaran.
“Ini memang soal anggaran, tapi nanti saya juga sudah mengajukan permohonan bantuan. Kita malah mendapatkan hibah dari DKI Jakarta tahun kemarin satu mobil damkar. Jadi gimana aja caranya deh, kalau uangnya tidak cukup, alhamdulillah dapat,” pungkasnya. (eko)




























