SATELITNEWS.COM, LEBAK – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Lebak yang tergabung dalam Kloter JKB 18, Adsuki (66), warga Kampung Sukatani, Kecamatan Cibeber, meninggal dunia di Arab Saudi pada Senin (1/6/2026) waktu setempat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussa’diah, membenarkan kabar meninggalnya jemaah tersebut. Menurutnya, almarhum sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. “Berdasarkan informasi yang disampaikan istrinya kepada ketua kloter, setelah makan almarhum bersiap melaksanakan salat Ashar. Saat hendak mengambil air wudhu di kamar mandi, beliau terjatuh dan kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit An Nur di Arab Saudi,” kata Halimatussa’diah melalui sambungan teleponnya, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, tim medis sempat memberikan perawatan kepada almarhum selama beberapa jam. Namun pada pukul 18.35 waktu Arab Saudi, Adsuki dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami henti jantung. Halimatussa’diah mengungkapkan, almarhum diketahui telah lama menderita sakit lambung. Bahkan, menurut keterangan keluarga, almarhum pernah menyampaikan keinginan untuk mengembuskan napas terakhir di Tanah Suci.
“Beliau sudah sekitar dua tahun mengalami sakit lambung. Dari cerita keluarga, almarhum pernah bernazar ingin meninggal di Arab Saudi. Namun tentu saja soal ajal merupakan ketentuan Allah SWT yang tidak bisa ditentukan manusia,” ujarnya. Saat ini, pihaknya tengah mengurus berbagai dokumen administrasi yang diperlukan agar hak-hak almarhum sebagai jemaah haji dapat dipenuhi, termasuk proses klaim asuransi yang nantinya akan diterima ahli waris di tanah air.
“Kami sedang mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan agar asuransi almarhum bisa diproses dan dicairkan kepada keluarga,” katanya. Menurut Halimatussa’diah, almarhum berangkat menunaikan ibadah haji bersama anggota keluarganya. Karena sebagian besar keluarga masih berada di Arab Saudi, pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak belum dapat melakukan takziah secara langsung ke rumah duka.
Ia menambahkan, secara umum kondisi jemaah haji asal Kabupaten Lebak saat ini dalam keadaan baik. Meski demikian, sebagian besar jemaah merupakan kelompok lanjut usia (lansia) sehingga diimbau untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri mengikuti aktivitas yang terlalu berat. “Kebanyakan jemaah haji asal Lebak adalah lansia. Kami mengimbau agar mereka mengatur kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan kegiatan yang berat agar kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah,” tuturnya.
Baca Juga: 8 Jemaah Haji Asal Lebak Pulang Lebih Awal
Halimatussa’diah juga menyebutkan bahwa almarhum telah menyelesaikan seluruh rangkaian utama ibadah haji sebelum meninggal dunia.
Sementara, pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Lebak dijadwalkan berlangsung pada 26 dan 27 Juni 2026. Keluarga jemaah diimbau untuk tidak melakukan penjemputan di Asrama Haji Pondok Gede maupun lokasi transit lainnya, melainkan menunggu kedatangan jemaah di Pendopo Kabupaten Lebak sesuai pengaturan yang telah ditetapkan panitia. “Untuk keluarga jemaah kami mohon mengikuti ketentuan yang berlaku dan menunggu penjemputan di Pendopo Kabupaten Lebak agar proses kepulangan berjalan tertib dan lancar,” pungkasnya.(mulyana)
























