SATELITNEWS.COM, SERANG – DPRD Banten, mengingatkan agar Pemprov Banten bersikap profesional, dalam proses seleksi terbuka atau open bidding calon komisaris dan direksi tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Tindakan itu dilakukan, agar terpilih sosok yang memiliki kredibilitas, kompetensi, profesional, dan bisa membawa perusahaan daerah mendiri dan menjadi penghasil viskal terbesar.
Wakil Ketua DPRD Banten Eko Susilo mengingatkan, seleksi open bidding tiga jabatan penting di BUMD Pemprov Banten harus mengutamakan profesional, transparan, dan bermartabat.
“Lakukan seleksi secara transparan, kompeten, nggak titip-titipan. Penting ini supaya terpilih sosok yang tepat dan bisa menjalankan perusahaan daerah dengan baik,” katanya, Kamis (11/6/2026).
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, Pemprov Banten saat ini membutuhkan sosok yang bisa bekerja dan menjalankan perusahaan milik daerah. Oleh karena, agar bisa menopang keuangan daerah sehingga pembangunan tetap berjalan baik.
“Banten lagi butuh PAD (Pendapatan Asli Daerah) butuh pendapatan diluar pajak kendaraan bermotor, jadi sosok yang nantinya terpilih memang harus bisa benar-benar bekerja, bukan hanya sekedar masuk kantor,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Provinsi Banten Kebut Pembahasan Raperda Kelautan
Selama ini, kata dia, peran perusahaan daerah terhadap pendapatan dan pembangunan belum maksimal, bahkan hanya sekedar mengisi kekosongan jabatan bukan kepada azas manfaat perusahaan alias penuh dengan kepentingan.
“Banyak Pemda (Pemerintah Daerah) yang memiliki badan usaha, tapi cuma sekedar diisi oleh kepentingan tertentu, dan abbah (Eko menyebut namanya-red) beberapa kali bicara dengan sesama legislatif maupun dengan Pak Gubernur tentang hal itu,” pungkasnya.
Eko mengaku, dirinya sudah menyampaikan pesan kepada Gubernur Banten agar proses open bidding dilakukan secara profesional dan selektif. Dengan begitu, diharapkan terpilih sosok yang bisa mengemban amanah dalam menjalankan usaha perusahaan daerah.
“Kita harus evaluasi semua tentang BUMD kita, dan udah gak ada lagi titipan-titipan, khususnya titipan partai , dan kita berharap diisi oleh mereka yang kompeten, professional dibidang nya, sehingga betul-betul mampu menghaslkan manfaat untuk kepentingan masyarakat dan tentunya laba,” paparnya.
Eko mengaku, lembaganya selama ini sudah penat mendengar keluhan dan laporan terkait BUMD yang jalan ditempat dan hanya mengandalkan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seharusnya, perusahaan daerah bisa menyumbang lebih banyak terhadap keuangan daerah.
“Sudah pasti aa, lelah kita punya BUMD hanya bisa meminta tambahan modal dan gak ada manfaat nya. Abah yakin, Pak Gubernur punya komitmen ini, karena sejak awal misi kita Banten maju, bersih, tidak korupsi,” ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Raih Opini WTP Sepuluh Kali Berturut-turut
Sebelumnya diberitakan, Pemprov Banten segera melakukan seleksi terbuka calon komisaris dan direksi tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat ini, persiapan seleksi sedang dalam proses pematangan dan dalam waktu dekat bisa segera dilakukan.
Adapun ketiga jabatan direksi itu yakni untuk PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), PT Banten Global Development (BGD), dan PT Jamkrida Banten. Panitia seleksi (Pansel) sudah melakukan persiapan terkait teknis dan tahapan seleksi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat pematangan tahapan seleksi dengan semua pihak terkait. Tindakan itu dilakukan untuk menutup kekosongan jabatan direksi dan komisaris di tiga BUMD.
“Kita sudah rapat kesiapan seleksi komisaris dan direksi tiga BUMD. Seperti yang sudah disampaikan beberapa waktu yang lalu, ada tiga BUMD yang akan kita isi strukturnya untuk melengkapi kekosongan yang sekarang,” imbuhnya. (adib)
