SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Kenaikan harga oli dan suku cadang sepeda motor mulai dirasakan warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sejumlah pemilik kendaraan mengaku terkejut dengan lonjakan biaya perawatan kendaraan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Sidiq (38), warga Pondok Aren mengaku kaget saat melakukan servis rutin sepeda motornya, pada Minggu (7/6/2026). Menurutnya, kenaikan harga oli terjadi cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kaget juga pas servis ini, apa-apa sekarang sudah naik, harga oli malah ikutan naik tinggi juga,” ujarnya saat menunggu sepeda motornya rampung diservis oleh mekanik bengkel di Jalan Ceger Raya.
Ia berharap kenaikan harga kebutuhan otomotif khususnya sepeda motor tidak terus berlanjut karena akan semakin membebani masyarakat. Apalagi, kata dia, perawatan sepeda motor harus rutin dilakukan agar tidak memicu kerusakan besar.
“Apalagi ganti oli ini rutin setiap bulan minimal, baru kaget bulan ini, karena bulan kemarin itu belum naik harganya,” sebutnya.
Sidiq bergurau, dalam kondisi ekonomi sulit sekarang ini, ia berharap pemerintah harus semaksimal mungkin dalam menjaga kestabilan harga yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Baca Juga: Pelayanan SIM Keliling Tangsel Sabtu 6 Juni 2026, Cek di Sini Lokasinya
“Kalau bisa jangan apa apa dinaikin, BMG tuh yang diturunin,” ucap Sidiq sembari tertawa.
Keluhan serupa disampaikan Andre Pradana, warga Ciputat. Ia mengaku sudah mengetahui adanya kenaikan harga oli dan suku cadang sejak sekitar dua pekan lalu. Sebagai pengguna motor matik yang rutin melakukan perawatan di bengkel, Andre menilai kenaikan tersebut cukup drastis.
“Biasanya servis ganti oli sekitar Rp50 ribu, sekarang sudah menjadi Rp72 ribu. Kenaikannya lumayan terasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Jay, seorang mekanik bengkel di Jalan Ceger Raya, mengatakan hampir seluruh merek oli mengalami kenaikan harga sejak Juni 2026. Menurutnya, kenaikan terjadi pada berbagai produk pelumas dari sejumlah produsen.
“Kalau untuk kenaikan mulai bulan Juni ini Pertamina, AHM, Shell juga naik, Federal naik, Yamalube naik, Motul naik, Aspira naik, jadi semua oli naik semua,”bebernya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga oli rata-rata berada di kisaran 20 hingga 30 persen. “Naiknya itu mulai 20-30 persen,” katanya.
Baca Juga: Guru Bimbel di Ciputat Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Anak
Jat menyampaikan, selain oli, sejumlah suku cadang atau sparepart sepeda motor juga mulai mengalami kenaikan harga untuk sejumlah merek. “Untuk sparepart beberapa sudah alami kenaikan. Semua sparepart dan oli naik,” sebutnya.
Menurut Jay, respons pelanggan terhadap kenaikan harga cukup beragam. Sebagian tetap melakukan penggantian oli karena merupakan kebutuhan perawatan rutin kendaraan, namun ada juga yang memilih menunda servis setelah mengetahui harga baru.
“Ada yang mau ganti oli tidak masalah selagi stok ready, ada juga yang tau harganya naik tidak jadi ganti oli,” ucapnya.
Kenaikan harga oli dan suku cadang tersebut, lanjut Jay, turut berdampak terhadap omzet bengkel karena sebagian pelanggan mulai mengurangi pengeluaran untuk perawatan kendaraan.
Kenaikan harga oli dan suku cadang sepeda motor dipicu oleh meningkatnya biaya produksi, kenaikan harga bahan baku global, serta penyesuaian harga yang dilakukan produsen. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan naiknya biaya distribusi juga menjadi faktor yang mendorong harga pelumas dan komponen kendaraan mengalami kenaikan. (eko)
