SATELITNEWS.COM, TANGERANG — PT Siloam International Hospitals memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan seluruh laba bersih dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan.
Sepanjang 2025, Siloam membukukan pendapatan sebesar Rp12,8 triliun atau tumbuh 5,2 persen secara tahunan (year on year/YoY). Perseroan juga mencatat EBITDA Rp2,8 triliun, naik 18,3 persen YoY, serta laba bersih Rp1,1 triliun atau meningkat 22,5 persen YoY.
Presiden Direktur Siloam, David Utama, mengatakan kinerja tersebut ditopang strategi archetype yang memperkuat kapabilitas klinis, efisiensi operasional, serta alokasi modal di seluruh jaringan rumah sakit Siloam.
“Ini menandai awal transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Melalui strategi Next Gen Siloam (NGS), perseroan membagi pengembangan bisnis ke dalam dua jaringan utama, yakni Network Premium dan Network Value Seeker.
Network Premium difokuskan pada penguatan layanan klinis, kolaborasi internasional, serta investasi teknologi medis modern. Sementara Network Value Seeker diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan melalui efisiensi dan jangkauan layanan.
Sebagai bagian ekspansi, Siloam mulai mengoperasikan Siloam Hospitals Surabaya Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Perseroan juga melakukan soft launching perluasan Siloam Hospitals Makassar yang dilengkapi teknologi CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara.
Didirikan pada 1996, Siloam kini mengoperasikan 41 rumah sakit dan 75 klinik di berbagai wilayah Indonesia dengan dukungan lebih dari 2.000 dokter umum dan spesialis serta sekitar 10.000 tenaga perawat dan staf profesional.
Pada 2025, Siloam memperoleh pengakuan internasional dari Newsweek sebagai salah satu World’s Most Trustworthy Companies 2025. Perseroan juga meraih Silver Medal dari EcoVadis dengan skor 71, meningkat tujuh poin dibanding tahun sebelumnya.
Dalam RUPST tersebut, perseroan juga menetapkan susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris. Yasonna H. Laoly kembali menjabat Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen, sedangkan Bambang Soesatyo tetap dipercaya sebagai Komisaris Independen. (made)