SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Tumpukan sampah di pinggir Jalan Rawa Kucing, RT 004 RW 005, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, kian memprihatinkan. Kawasan tersebut kini menyerupai tempat pembuangan sampah (TPS) liar karena limbah rumah tangga terus menumpuk tanpa penanganan maksimal.
Lokasi pembuangan liar itu berada tidak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Meski dekat dengan lokasi pembuangan resmi, sampah masih dibuang sembarangan hingga meluber ke badan jalan.
Akibatnya, kondisi jalan menjadi menyempit dan menyulitkan pengendara, terutama sepeda motor, saat melintas di kawasan tersebut. Sejumlah pengendara bahkan nyaris terjatuh karena tersenggol tumpukan sampah di sisi jalan.
Selain mengganggu arus lalu lintas, bau menyengat dari tumpukan sampah mulai dikeluhkan warga sekitar. Warga khawatir kondisi itu dapat memicu munculnya penyakit apabila terus dibiarkan tanpa penanganan serius.
Pihak Kecamatan Neglasari sebenarnya telah memasang spanduk larangan membuang sampah di lokasi tersebut. Namun, kurangnya pengawasan serta minimnya tindakan tegas membuat masyarakat maupun oknum tertentu tetap nekat membuang sampah di area itu.
Seorang warga bernama Wan, yang bekerja sebagai pemungut sampah di sekitar lokasi, mengatakan aktivitas pembuangan liar sudah berlangsung cukup lama. Menurut dia, papan larangan yang dipasang belum efektif menghentikan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan.
“Sudah lama, berapa tahun di sini. Berapa kali di sini dilarang buang sampah, tetap aja orang buang sampah. Itu ada papan pengumuman dilarang buang sampah, tetap aja,” ujar Wan saat ditemui di lokasi, Minggu (17/5/2026). Ia mengaku kerap melihat kendaraan pengangkut sampah berhenti di lokasi tersebut. Selain itu, aktivitas pemulung juga ramai terjadi, terutama pada pagi hari. “Iya, mobilnya ada. Banyak yang ngorek di sini. Pagi-pagi dia banyak,” katanya.
Menurut Wan, aparat lingkungan setempat sebenarnya telah mengetahui persoalan tersebut sejak lama. Namun, minimnya pemantauan rutin membuat praktik pembuangan sampah liar terus berlangsung. “Ya tahu, di sini tidak ditindak atau diimbau gitu. Tapi tetap lari ke mari buang sampah di sini,” ujarnya. (ari)