SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Perayaan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus di Paroki Tangerang, Gereja Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda berlangsung khidmat pada Kamis (14/5/2026). Ribuan umat Katolik mengikuti misa yang dipusatkan di gereja utama dengan dukungan pelayanan di dua lokasi lainnya.
Sekretaris Paroki Tangerang, Rina Margaretha, mengatakan seluruh persiapan perayaan telah dilakukan secara menyeluruh demi memastikan ibadah berjalan tertib dan nyaman bagi jemaat.
“Persiapan berjalan dengan baik dan menyeluruh. Paroki Tangerang menyelenggarakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di tiga lokasi,” ujar Rina saat dikonfirmasi.
Selain di Gereja HSPMTB sebagai gereja pusat, misa juga digelar di Rumah Doa Santo Agustinus dan Kapel Santa Maria Immaculata.
Di gereja pusat, misa dilaksanakan dalam empat sesi, yakni pukul 06.30 WIB, 09.00 WIB, 17.00 WIB, dan 19.00 WIB. Sementara di Rumah Doa Santo Agustinus dan Kapel Santa Maria Immaculata masing-masing hanya menggelar satu sesi misa.
Menurut Rina, seluruh unsur pelayanan gereja dilibatkan dalam perayaan tersebut, mulai dari petugas liturgi, tim teknis, hingga pengatur tata tertib jemaat.
“Seluruh tim telah bersiap untuk memastikan perayaan berjalan dengan khidmat dan tertib,” katanya.
Ia menyebut kapasitas Gereja HSPMTB mampu menampung hingga 2.000 umat dalam setiap sesi misa. Antusiasme jemaat pada Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus juga disebut selalu tinggi setiap tahunnya.
“Kami mengharapkan seluruh umat dapat mengikuti perayaan dengan aman, khidmat, dan nyaman,” ujar Rina.
Dalam perayaan tahun ini, Paroki Tangerang mengusung pesan yang selaras dengan arah pewartaan Keuskupan Agung Jakarta. Tema yang diangkat menekankan bahwa Kristus yang naik ke surga tetap hadir dan menyertai umat melalui Roh Kudus.
“Kristus yang telah naik ke surga tidak meninggalkan kita, melainkan hadir dalam Roh dan menyertai setiap langkah kita,” ucapnya.
Tema tersebut juga dikaitkan dengan Arah Dasar KAJ 2026 bertajuk “Keutuhan Alam Ciptaan”. Umat diajak melakukan pertobatan ekologis melalui tindakan sederhana untuk menjaga lingkungan dan merawat bumi sebagai rumah bersama.
“Kenaikan Tuhan menjadi pengingat bahwa kita diutus untuk menjaga dan memuliakan seluruh ciptaan-Nya di bumi ini,” kata Rina.
Keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) turut mewarnai jalannya perayaan. Mereka ambil bagian dalam pelayanan liturgi di seluruh sesi misa sebagai bentuk keterlibatan generasi muda dalam kehidupan gereja.
“OMK Paroki Tangerang terlibat aktif dalam pelayanan liturgi. Keterlibatan mereka bukan sekadar tugas, melainkan ekspresi iman dan tanggung jawab generasi muda Gereja,” ujarnya.
Paroki Tangerang tahun ini tidak menggelar kegiatan tambahan di luar misa utama. Fokus perayaan diarahkan sepenuhnya pada Ekaristi sebagai pusat iman umat Katolik.
“Kami mengajak umat untuk sungguh-sungguh menghayati perutusan yang Kristus embankan kepada setiap murid-Nya,” tutur Rina.
Melalui momentum Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, Paroki Tangerang mengajak umat untuk terus menjaga iman sekaligus merawat bumi sebagai wujud nyata kesaksian hidup beriman. (ari)