SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meminta Perum Bulog dan Pertamina untuk segera turun tangan membantu pemenuhan pasokan pangan di 274 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tangerang. Langkah cepat ini diperlukan lantaran operasional koperasi-koperasi tersebut saat ini tengah mengalami kendala pasokan sembako, Minggu (17/5/2026).
“Dari total 274 desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang, sebanyak 250 KDKMP telah beroperasi secara penuh meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki. Jadi, masih ada 24 koperasi yang saat ini dalam proses pembinaan intensif oleh Dinas Koperasi. Kami targetkan dalam waktu dekat seluruhnya sudah dapat berjalan mandiri,” ujar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, kepada Satelit News, Sabtu (16/5/2026).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menjelaskan, sejumlah KDKMP di wilayahnya menghadapi hambatan terkait pasokan sembako dari pihak distributor. Oleh karena itu, ia berharap Bulog dan Pertamina dapat mempercepat dukungan logistik agar roda operasional koperasi di tingkat desa dan kelurahan tidak mandek.
“Beberapa unit KDKMP di Kabupaten Tangerang menghadapi persoalan kekurangan pasokan pangan dalam memenuhi operasionalnya. Maka dari itu, kami memohon agar Bulog dan Pertamina bisa mempercepat dukungan, sehingga operasional tidak terhambat,” tegasnya.
Meski menghadapi kendala logistik, komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyokong ekonomi desa tetap berjalan kuat. Pemkab Tangerang telah menggelontorkan dukungan pendanaan dengan total nilai mencapai Rp27,4 miliar, di mana setiap KDKMP menerima suntikan modal masing-masing sebesar Rp100 juta.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kita harus menggandeng CSR dan pihak ketiga. Alhamdulillah, di Kabupaten Tangerang sebanyak 246 desa dan 28 kelurahan telah mendapatkan dukungan CSR dengan total nilai mencapai Rp27,4 milar,” ungkap Rudi.
Apresiasi dari Gubernur Banten
Inisiatif dan capaian Kabupaten Tangerang dalam mengembangkan Koperasi Merah Putih ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Banten, Andra Soni. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kokoh harus diinisiasi dari level terbawah, yaitu desa.
“Hingga tahun 2026, sekitar 695 Koperasi Merah Putih telah beroperasi di Provinsi Banten. Koperasi ini merupakan instrumen penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen,” kata Andra Soni.
Andra juga memuji performa ekonomi Kabupaten Tangerang yang berhasil mencatatkan pertumbuhan di angka 5,67 persen, sebuah capaian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun provinsi.
“Ekonomi desa harus bergerak. BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih harus mampu memutar roda perekonomian masyarakat dari bawah, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat daerah hingga nasional,” pungkas Andra.
Bagian dari Program Strategis Nasional
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah fungsional ini diambil demi mewujudkan penguatan ekonomi kerakyatan yang berbasis di desa.
Presiden menilai peresmian ini menjadi momentum krusial karena seluruh koperasi yang diluncurkan telah memiliki kesiapan operasional yang matang dan menyeluruh, mulai dari infrastruktur gedung hingga sarana pendukungnya.
“Secara fisik gedungnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur logistiknya ada, ada truk dan kendaraan roda tiga. Saya kira hari ini cukup penting,” urai Presiden Prabowo.
Presiden memaparkan, pemerintah awalnya menargetkan peresmian 1.300 KDKMP. Namun, setelah melalui proses evaluasi kesiapan yang ketat, diputuskan sebanyak 1.061 koperasi yang diresmikan secara serentak.
Menurut Presiden, keberhasilan mengoperasikan ribuan koperasi desa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun merupakan capaian besar yang menjadi fondasi utama penguatan ekonomi nasional berbasis desa. (alfian/aditya)