SATELITNEWS.COM, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap pelaku begal yang dinilai semakin brutal dan meresahkan masyarakat.
Sahroni meminta seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, berani mengambil tindakan terukur di lapangan terhadap pelaku kejahatan jalanan.
“Saya minta aparat berani melakukan tembakan terukur kepada pelaku begal. Lumpuhkan, amankan, lalu proses hukum dengan tegas,” kata Sahroni di Jakarta.
Menurutnya, aksi begal kini makin nekat dan tak segan melukai korban menggunakan senjata tajam.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak bisa lagi dianggap sebagai kriminalitas biasa karena sudah mengancam keselamatan masyarakat dan aparat.
Pernyataan itu disampaikan menyusul sejumlah kasus pembegalan yang belakangan terjadi di berbagai daerah. Di Makassar, seorang bocah berusia 13 tahun menjadi korban pembegalan dan mengalami luka sabetan parang.
Sementara di Lampung, anggota Intelkam Polda Lampung Bripka (Anumerta) Arya Supena tewas ditembak saat mengejar pelaku curanmor.
Sahroni menilai patroli kepolisian harus diperkuat dengan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas agar petugas tidak ragu mengambil keputusan di lapangan.
“Kalau aparat terlambat bertindak, nyawa masyarakat bisa jadi taruhannya,” tegas Bendahara Umum Partai NasDem itu.
Ia menambahkan, kejahatan jalanan tidak akan pernah reda jika aparat dianggap lemah dalam penindakan. Karena itu, pelaku begal harus diberi efek jera.
Senada, Ketua Fraksi Golkar DPR Muhammad Sarmuji meminta Polri meningkatkan patroli dan operasi pencegahan di titik-titik rawan kriminalitas.
“Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kriminal jalanan,” ujar Sarmuji.
Menurutnya, maraknya aksi begal telah mengganggu rasa aman masyarakat dan berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama pekerja malam seperti pengemudi ojek, kurir, pedagang, hingga pelaku UMKM.
Sarmuji meminta aparat tidak hanya bergerak saat kasus viral di media sosial, tetapi aktif melakukan pencegahan dan pemetaan kelompok kriminal.
“Jangan biarkan ruang publik dikuasai rasa takut. Negara harus memastikan masyarakat bisa bekerja dan mencari nafkah dengan aman,” tandasnya. (rm)
