SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Riuh rendah suara langkah kaki dan gumam doa memenuhi Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (12/5). Sebanyak 1.458 pemuda-pemudi berdiri di ambang pintu masa depan, bersiap mengikuti seleksi wawancara demi memperebutkan 679 kuota beasiswa penuh Tangerang Gemilang 2026.
Program beasiswa D-3 hingga S1 ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan oase bagi keluarga kurang mampu yang memimpikan gelar sarjana. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa antusiasme tahun ini meledak. Dari 1.700 lebih pendaftar, 1.458 peserta berhasil melewati lubang jarum seleksi administrasi.
“Dari 1.458 peserta ini, nantinya yang akan mendapatkan beasiswa gratis hanya sebanyak 679 orang saja, karena jumlah kuota yang tersedia hanya 679,” ujar Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal tersebut kepada Satelit News.
Lompatan Kuat Menuju Indonesia Emas
Tahun 2026 menjadi catatan sejarah baru bagi program ini. Rudi Maesyal menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat meningkat hampir tiga kali lipat. Jika pada tahun 2025 hanya 235 mahasiswa yang diberangkatkan, tahun ini angka tersebut melonjak drastis menjadi 679 orang.
Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sasaran utamanya jelas: masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4, atau mereka yang berpenghasilan rendah dengan keterbatasan ekonomi.
“Masyarakat yang orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi kini mendapatkan kesempatan yang sama. Kami membiayai secara penuh hingga lulus dan wisuda,” tambah sang Bupati dengan nada optimis.
Jejaring Luas: Dari Kairo hingga ITB
Keseriusan pemda tidak main-main. Sebanyak 33 perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri telah menjalin kerja sama. Kabar terbaru, raksasa pendidikan seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) pun tengah menjajaki komunikasi untuk bergabung dalam barisan mitra Tangerang Gemilang.
Daftar kampus mitra mencakup nama-nama prestisius seperti:
▪︎ Luar Negeri: Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
▪︎ Nasional: IPB University, Universitas Padjadjaran, ITB, Untirta, UIN SMH Banten, dan Universitas Terbuka.
▪︎ Swasta & Kedinasan: Swiss German University, Prasetya Mulya, Atma Jaya, hingga Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.
Transparansi Tanpa ‘Titipan’
Di tengah ketatnya persaingan, Rudi Maesyal memberikan garansi bahwa proses seleksi berjalan murni dan bersih. Ia menegaskan tidak ada jalur belakang dalam menentukan siapa yang berhak mendapatkan beasiswa senilai total Rp 25,5 miliar tersebut.
“Enggak ada titipan. Semuanya seleksi. Bukan hanya seleksi di internal sini saja, tapi juga di perguruan tinggi kita tidak bisa masuk ke sana,” tegasnya.
Senada dengan Bupati, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Chaidir, menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan hingga ke jenjang pendidikan tinggi, bukan hanya di level sekolah dasar.
“Kami menyadari pemerintah harus hadir melangkah lebih jauh untuk menciptakan sarjana-sarjana baru di keluarga kurang mampu,” pungkas Chaidir. (alfian/aditya)