SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Keributan antara sejumlah pedagang di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang yang videonya beredar di media sosial terjadi pada Jumat (8/5/2026). Salah satu pihak yang terlibat, Nasrullah alias Enas, menyampaikan kronologi versi dirinya.
Menurut Enas, narasi yang beredar terkait insiden tersebut dinilai belum menggambarkan keseluruhan kejadian di lapangan. “Bukan membela diri, tapi kejadiannya tidak serta-merta seperti yang ada di video yang beredar. Awal mula kejadiannya tidak diceritakan,” ujar Enas di Polsek Tangerang, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika rekannya bernama Iyan menegur pedagang gudeg agar memindahkan area cucian piring dan meja dagangan yang dinilai menghalangi akses jalan pedagang lain di kawasan Pasar Lama. Namun, teguran tersebut disebut memicu emosi hingga terjadi adu mulut dan aksi saling dorong. “Jadi bukan jatuh karena kita dorong, tapi keserimpet kaki sendiri,” kata Enas.
Ia juga membantah adanya aksi pemukulan dalam kejadian tersebut. Menurutnya, berdasarkan video yang beredar, insiden itu hanya memperlihatkan aksi saling dorong antar pihak. “Di video jelas tidak ada pemukulan, hanya saling dorong. Kita sebenarnya ingin melerai karena situasi sudah sama-sama emosi,” ujarnya.
Enas mengaku persoalan area dagangan sebenarnya sudah beberapa kali menjadi perhatian para pedagang lain karena dianggap mengganggu akses keluar masuk gerobak. “Kita hanya menegur agar cucian piring dan meja dagangan digeser karena dekat akses keluar masuk pedagang. Tapi tidak pernah diindahkan,” katanya.
Ia juga menepis tudingan melakukan tindakan premanisme maupun pencurian telepon genggam seperti yang sempat ramai dibicarakan. Menurutnya, tuduhan tersebut justru memicu situasi semakin memanas hingga terjadi kontak fisik antar kedua belah pihak. “Pas kejadian itu kami dituduh preman dan mengambil HP, sehingga situasi memanas. Saudara Iyan juga dicekik, bajunya robek, dan dadanya tercakar,” ungkapnya.
Enas menambahkan, pihaknya juga berencana menempuh jalur hukum karena mengklaim rekannya mengalami luka akibat insiden tersebut. “Untuk konsekuensi kami siap jalani. Tapi dari pihak kami juga ada korban dan akan membuat laporan resmi serta visum,” tegasnya.
Ia berharap penanganan kasus dilakukan secara objektif dengan melihat keseluruhan kronologi kejadian agar persoalan menjadi terang. “Harapannya kasus ini bisa terang benderang dengan melihat duduk permasalahan dari awal supaya semuanya jelas,” pungkasnya. (made)