SATELITNEWS. COM, TANGERANG—Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Tangerang tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum memperkuat ruang dialog antara buruh, pemerintah, dan pelaku usaha.
Hal itu mengemuka dalam perayaan May Day 2026 tingkat Kota Tangerang yang digelar di halaman Stadion Benteng Reborn, Sabtu (9/5/2026).
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menyampaikan komitmen DPRD untuk membuka ruang komunikasi yang lebih intensif bersama kalangan buruh guna membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan di daerah.
“Kami ingin terus membangun komunikasi. Ke depan, mungkin akan ada forum diskusi khusus atau FGD bersama kaum buruh di DPRD untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi bersama terkait ketenagakerjaan di Kota Tangerang,” ujar Rusdi.
Menurutnya, keberadaan buruh memiliki posisi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan kesejahteraan pekerja harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah, legislatif, dan pelaku usaha.
“Hari ini adalah bentuk apresiasi Pemerintah Kota kepada kaum buruh. Kita sadar betul buruh punya peran yang sangat strategis dalam perekonomian Kota Tangerang. Tanpa buruh, tidak ada proses produksi,” katanya.
Rusdi menambahkan, berbagai aspirasi dan masukan dari pekerja nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat regulasi ketenagakerjaan yang berpihak pada kesejahteraan buruh.
“Kalau memang ada regulasi yang perlu diperkuat untuk kepentingan buruh, tentu akan kami kaji lebih lanjut,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengajak para pelaku usaha untuk membangun hubungan industrial yang harmonis dengan pekerja agar tercipta iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
“Kita ingin membangun sinergi dan kesepahaman antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Prinsipnya, buruh harus sejahtera, pelaku usaha juga harus terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.
Melalui momentum May Day 2026, DPRD Kota Tangerang berharap tercipta hubungan industrial yang semakin kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (made)