SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Tekad Inter Milan untuk mengawinkan gelar domestik bakal menemui jalan terjal. Melawan Lazio dalam final Coppa Italia Stadion Olimpico, Kamis (14/5/2026) pukul 02.00 WIB, dipastikan tak berjalan mudah. Kubu Lazio bertekad mengejar gelar yang tersisa sekaligus balas dendam usai dikalahkan Inter di Serie A pekan kemarin.
Inter datang dengan status juara Serie A, sementara Lazio menjadikan laga ini sebagai kesempatan terakhir mereka untuk menyelamatkan musim.
Inter Milan sedang berada di puncak performa mereka. Setelah memastikan gelar Serie A dengan tiga laga tersisa, Nerazzurri langsung menunjukkan mental juara lewat kemenangan telak 3-0 atas Lazio pada akhir pekan lalu.
Meski pertandingan tersebut tidak terlalu menentukan, kemenangan itu tetap menjadi sinyal kuat bahwa Inter masih lapar gelar.
Tim asuhan Cristian Chivu kini memburu gelar ganda domestik atau domestic double, sesuatu yang terakhir kali mereka raih pada era Jose Mourinho saat memenangkan treble bersejarah tahun 2010.
Menariknya, Chivu adalah bagian dari skuad Mourinho kala itu. Kini, di musim pertamanya sebagai pelatih kepala Inter, ia berpeluang mencatat sejarah baru dengan membawa klub meraih Coppa Italia ke-10.
Perjalanan Inter menuju final juga sangat meyakinkan. Mereka sukses menyingkirkan Venezia, Torino, dan Como.
Lini serang Inter sedang sangat tajam. Mereka selalu mencetak minimal dua gol dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Selain itu, Inter juga sangat dominan saat menghadapi Lazio dalam beberapa musim terakhir. Mereka memenangkan tiga kunjungan terakhir ke Roma dengan agregat mencolok 11-0.
Di sisi lain, Lazio datang ke final dengan tekanan besar. Coppa Italia menjadi satu-satunya peluang mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan setelah performa kurang konsisten di Serie A.
Meski begitu, perjalanan Lazio menuju final patut diapresiasi. Mereka menyingkirkan AC Milan, Bologna, dan Atalanta, bahkan dua di antaranya lewat adu penalti.
Tim asuhan Maurizio Sarri memang sempat menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa bulan terakhir. Namun, kekalahan telak dari Inter pada akhir pekan lalu kembali memperlihatkan jarak kualitas kedua tim.
Lazio juga memiliki rekor buruk saat melawan Nerazzurri. Mereka belum pernah menang atas Inter dalam sembilan pertemuan terakhir di semua kompetisi sejak Agustus 2022.
Inter Milan hampir turun dengan kekuatan terbaik mereka. Hanya Hakan Calhanoglu yang dipastikan absen karena cedera paha. Sementara itu, Pio Esposito sudah kembali berlatih setelah mengalami masalah punggung ringan.
Marcus Thuram dan Lautaro Martinez diprediksi kembali menjadi duet utama di lini depan. Lautaro saat ini memimpin daftar pencetak gol Serie A, sementara Thuram sedang dalam performa luar biasa dengan enam gol dari enam pertandingan terakhir.
Di kubu Lazio, Gustav Isaksen masih menjadi pemain paling produktif mereka musim ini meski hanya mencetak lima gol liga.
Mattia Zaccagni diperkirakan kembali bermain setelah sempat absen karena cedera ringan. Namun, Maurizio Sarri masih belum menemukan pengganti tetap untuk Taty Castellanos yang hengkang pada Januari lalu.
Beberapa pemain seperti Matteo Cancellieri, Patric, dan Danilo Cataldi juga masih diragukan tampil karena masalah kebugaran.
Bek utama Alessio Romagnoli memang mendapat kartu merah pada laga sebelumnya, tetapi hukumannya hanya berlaku di Serie A sehingga ia tetap bisa bermain di final ini. (dm)
PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN
LAZIO: Motta; Marusic, Gila, Romagnoli, Tavares; Basic, Patric, Taylor; Isaksen, Noslin, Zaccagni
Pelatih: Maurizio Sarri
Inter Milan: J. Martinez; Bisseck, Akanji, Bastoni; Dumfries, Barella, Zielinski, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, L. Martinez
Pelatih: Cristian Chivu