Selasa, 7 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 19 Mei 2026 09:08 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangsel, Metro Tangerang
Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel

PEMBEBASAN LAHAN: Agus menceritakan tentang upaya pembebasan lahan miliknya untuk perluasan lahan TPA Cipeucang. (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Warga sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kembali menyuarakan keberatan terhadap rencana pembebasan lahan untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Mereka menilai harga ganti rugi yang ditawarkan pemerintah masih jauh di bawah harga pasar dan belum mencerminkan keadilan atas dampak negatif yang dirasakan warga akibat aktivitas tempat pembuangan sampah tersebut.

Agus (50), warga yang rumahnya berada tepat di samping kawasan TPA Cipeucang mengatakan sosialisasi terakhir yang digelar sekitar April 2026 lalu belum menghasilkan kesepakatan antara warga dan pihak terkait.

“Sosialisasi terakhir belum sepakat. Dikumpulin semua warga, mungkin ada yang setuju ada yang tidak. Pembahasannya gitu-gitu aja, masalah harga tetap segitu aja. Rp1,7 juta per meter,” ujar Agus saat ditemui, Senin (18/5).

Menurutnya, warga meminta pemerintah lebih transparan dalam menentukan nilai lahan. Ia menilai harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan harga pasar di kawasan tersebut.

“Yang dimau warga harus transparan soal harga, mereka maunya segitu, istilahnya ikuti pasar. Pasar apa, seharusnya sekarang sudah Rp7 juta an per meter yang di pinggir jalan, masuk ke dalam bisa Rp5-6 juta. Warga menolak khususnya saya,” katanya.

Baca Juga: Lantai 2 Toko Bangunan Ludes Terbakar di Pamulang, Pemilik dan Pegawai Selamat

Agus mengaku keluarganya memiliki dua bidang tanah yang masuk dalam rencana pembebasan, masing-masing sekitar 1.700 meter persegi dan 3.000 meter persegi. Meski begitu, ia menegaskan persoalan utama bukan sekadar harga.

“Istilahnya kita sudah dari nenek moyang di sini, sebenarnya tidak mau digusur. Intinya kita juga belum sepakat, mungkin sebagian warga kepengen itu sih hak mereka. Kalau kita sekeluarga belum,” bebernya.

BeritaTerbaru

Terkait Dugaan Kredit Fiktif, Ini Penjelasan PT BPR Kerta Raharja Gemilang

Terkait Dugaan Kredit Fiktif, Ini Penjelasan PT BPR Kerta Raharja Gemilang

Senin, 6 Jul 2026 20:15 WIB
Jusman Said Tekankan Integritas Pejabat Dimulai dari Ketaatan Aturan

Jusman Said Tekankan Integritas Pejabat Dimulai dari Ketaatan Aturan

Senin, 6 Jul 2026 19:25 WIB
Polres Tangsel Sita Belasan Sepeda Motor Hasil Curanmor, Korban Bisa Ambil Secara Gratis

Polres Tangsel Sita Belasan Sepeda Motor Hasil Curanmor, Korban Bisa Ambil Secara Gratis

Senin, 6 Jul 2026 17:55 WIB
3 Hari Operasi Berantas Jaya, Polres Tangsel Ringkus 15 Tersangka Curanmor

3 Hari Operasi Berantas Jaya, Polres Tangsel Ringkus 15 Tersangka Curanmor

Senin, 6 Jul 2026 17:48 WIB

Ia menyebut sebagian warga memang sudah ada yang setuju melepas lahannya, namun banyak juga yang masih bertahan. Bahkan, menurutnya, ada warga yang sejak lama berharap lahannya dibebaskan, tetapi hingga meninggal dunia proses pembayaran belum juga terealisasi.

Agus juga mengungkap pengalaman buruk keluarganya saat pembebasan lahan sebelumnya untuk kebutuhan TPA Cipeucang sekitar tahun 2015. Saat itu, lahan miliknya seluas 1.400 meter persegi akhirnya dihargai Rp1,1 juta per meter, meski sebelumnya disebut harga akan disesuaikan melalui musyawarah dan tim appraisal.

“Kita sudah serahkan berkas, lengkap SPPT, tanda tangan kita sudah terkunci, terus dibilang nanti harga musyawarah lagi, ternyata kita dipanggil harga sudah terjadi segitu. Jadi saya sudah ada pengalaman, waktu itu lahan saya 1.400 meter pada tahun 2015-an,” ungkapnya.

Selain soal harga, warga juga menyoroti dampak lingkungan yang mereka rasakan selama bertahun-tahun akibat aktivitas TPA. Agus mengaku keluarganya harus hidup dengan bau sampah, pencemaran air, hingga gangguan kesehatan.

Baca Juga: Musim Kemarau, Ribuan Kepala Keluarga di Tangsel Berpotensi Alami Krisis Air Bersih

“Dia mah pengen enak cepat-cepat aja, tidak tau kita teraniaya selama ini. Kalau dia enak saja, kita yang mengalami, kalau kita tukar posisi mau tidak dia,” katanya.

Agus mengungkapkan, keluarganya beberapa kali dipanggil oleh Lurah Serpong. Namun, hal itu tidak ia gubris lantaran dinilai hanya berisi kepentingan sepihak.

“Bukan kita tidak menghormati, tinggal datang saja kemari. Katanya saya didesak dari orang dinas, saya bilang mau didesak mau apa terserah, kalau warga belum siap mau bagaimana,” ucapnya.

“Seolah-olah dipaksakan benar, padahal kalau lokasi banyak dari sini hambatannya tidak dekat ke kali, selokan, kerah sana. Ini mah banyak permukiman, ada Kali Cisadane, kok dipaksakan,” sambungnya.

Agus menegaskan, pemerintah hadir saat ada maunya saja. Bagaimana tidak, selama ini keluhan warga yang merupakan dampak TPA Cipeucang tidak pernah ditanggapi sepenuhnya.

“Sampah ini sudah anak kita jadi korban, dampak dari ini hirup udara menjadi sakit sampai meninggal, mertua saya, itu kan dampak dari kelalaian mereka. Terus tanah kita sebelumnya komplain agar sampah tidak sampai masuk ke lahan warga, tapi apa, sering kita ngadep ke kantornya tapi tidak direspon, sakit saya. Yang jadi korban kita,” paparnya.

Ketua RT 06 RW 04 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Idik Tasdik menuturkan terdapat sekitar 12 pemilik lahan di wilayahnya yang terdampak rencana pembebasan lahan PSEL Cipeucang.

“Total itu ada sekitar 12 pemilik lahan. 4 orang yang belum tanda tangan. Cuma beberapa sudah ada yang dipanggil untuk ngobrol dengan kelurahan, tapi belum update, deal atau tidak,” bebernya.

Menurutnya, sosialisasi telah dilakukan beberapa kali sepanjang tahun ini. Namun hingga kini belum ada kesepakatan final, terutama terkait nilai ganti rugi lahan.

“Tahun lalu kan dibilang Desember ada pembayaran, taunya tidak ada. Makanya saya sampaikan apa dari atas, saya juga yang salah tidak sesuai. Kalau menurut saya mending yang setuju aja dulu dibayar, saya memang tidak pengaruhi warga agar mau,” sebutnya.

Idik menegaskan dirinya tidak pernah mempengaruhi warga untuk menerima ataupun menolak tawaran pemerintah. “Jadi pertemuan terakhir itu masih soal setuju atau tidak setuju. Belum ada pembahasan detail,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Bani Khosiyatullah tidak berkomentar saat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut melalui telepon. Dia hanya menjawab singkat.

“Nanti ya,” ujar Bani sebelum menutup telponnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim tengah mempercepat proyek PSEL di TPA Cipecang. Saat ini fokus utama pemerintah berada pada penyelesaian pembebasan lahan seluas sekitar 2,5 hektare yang masih tersisa.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan proyek tersebut diprioritaskan agar Tangsel tidak bergantung pada skema aglomerasi antarwilayah dalam penanganan sampah. Ia menargetkan proses tersebut rampung pada Juni tahun ini.

“Tinggal pembebasan saja. Kita ada sekitar 2 hektare setengah lagi yang belum dibebaskan. Tahun ini harus selesai. Bahkan di Juni ini. Di Murni,” ujarnya, Kamis (14/5).  (eko)

Tags: CipeucangerponglahanPSELtangsel
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Pemkot Tangsel Tingkatkan Kualitas 5.000 Kader Posyandu
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Tingkatkan Kualitas 5.000 Kader Posyandu

Senin, 6 Jul 2026 17:34 WIB
Waspada, Cuaca Panas Diprakirakan Mendominasi Kota Tangerang Pekan Ini
Kota Tangerang

Waspada, Cuaca Panas Diprakirakan Mendominasi Kota Tangerang Pekan Ini

Senin, 6 Jul 2026 16:08 WIB
Bengkel Las Tagih Rp 43 Juta, Perbaikan 7 Bentor Milik Kecamatan Karang Tengah Belum Dibayar
Headline

Bengkel Las Tagih Rp 43 Juta, Perbaikan 7 Bentor Milik Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang Belum Dibayar

Senin, 6 Jul 2026 15:57 WIB
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

DPRD Banten Minta Persoalan SPMB SMA Negeri 2 Kota Serang Diinvestigasi Menyeluruh

Senin, 6 Jul 2026 15:00 WIB
Polisi Selidiki Pencurian Pecah Kaca Mobil Putri Wali Kota Tangerang
Headline

Polisi Selidiki Pencurian Pecah Kaca Mobil Putri Wali Kota Tangerang

Senin, 6 Jul 2026 13:50 WIB
Plaza Banten Dorong 150 UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Go Digital 2026
Kota Tangerang

Plaza Banten Dorong 150 UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Go Digital 2026

Senin, 6 Jul 2026 13:38 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Satpol PP Kota Tangerang Diminta Jaga Marwah

Satpol PP Kota Tangerang Diminta Jaga Marwah

Selasa, 30 Jun 2026 11:38 WIB
Pria Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu Tangsel

Pria Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu Tangsel

Jumat, 3 Jul 2026 07:24 WIB
KUNJUNGAN - Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, dan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Serang, berbagi pengalaman dan strategi dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik (KIP), pelayanan aplikasi, telematika, hingga keamanan informasi daerah. (ISTIMEWA)

DPRD Tangerang dan Diskominfo Kabupaten Serang Berbagi Pengalaman KIP

Senin, 6 Jul 2026 17:24 WIB

Wahana Artha Group Beri Pemeriksaan dan Kacamata Gratis untuk 100 Siswa SLBN 3 Jakarta

Jumat, 3 Jul 2026 14:58 WIB
Bertandang ke Semarang, Atlet Sepatu Roda Kabupaten Tangerang Bawa Empat Emas

Bertandang ke Semarang, Atlet Sepatu Roda Kabupaten Tangerang Bawa Empat Emas

Minggu, 5 Jul 2026 19:55 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.