SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Upaya perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang belum berjalan maksimal. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengakui, proses tersebut terkendala aturan baru yang belum dapat diterjemahkan secara teknis di lapangan.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pihaknya masih fokus pada tahap persiapan pengadaan sambil menunggu kejelasan implementasi regulasi tersebut.
“Secara aturan memang sudah ada, tapi dalam praktiknya di lapangan masih ada beberapa hal yang belum bisa kami terjemahkan. Itu yang membuat prosesnya belum bisa langsung berjalan,” ujarnya saat ditemui di Puspem Kota Tangerang Selasa (5/5/2026).
Menurut Taufik, PUPR telah melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait guna memperjelas penerapan aturan tersebut. Tim teknis bahkan dijadwalkan berkonsultasi ke Bina Konstruksi di tingkat pusat maupun provinsi. “Kami sudah komunikasi dengan Bina Konstruksi, baik di pusat maupun provinsi. Harapannya dalam waktu dekat bisa ada kejelasan sehingga proses pengadaan bisa segera dilanjutkan,” jelasnya.
Selain kendala regulasi, Taufik juga menyoroti adanya perubahan kondisi ekonomi yang berdampak pada perencanaan anggaran. Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) memaksa pihaknya menyesuaikan kembali perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). “Ada eskalasi harga di lapangan, jadi analisis harga satuan harus kami perbarui agar sesuai dengan kondisi terbaru,” katanya.
Meski demikian, PUPR memastikan telah memetakan sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan. Beberapa di antaranya adalah Jalan Iskandar Muda, Jalan M.Toha, Jalan Imam Bonjol, kawasan Halim, serta Puri Beta.
Taufik menegaskan, pihaknya menargetkan seluruh kendala dapat segera diatasi agar perbaikan jalan bisa segera direalisasikan. “Kami ingin secepatnya masuk ke tahap pelaksanaan. Begitu semua sudah clear, pekerjaan langsung kami jalankan,” tandasnya.
Sebelumnya, Wali kota Tangerang Sachrudin menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang agar segera memperbaiki jalan yang rusak. Hal ini seiring musim hujan yang sudah berlalu.
Sachrudin, mengatakan bahwa kerusakan jalan merupakan dampak yang sulit dihindari saat curah hujan tinggi. Menurutnya, air merupakan faktor utama yang menyebabkan aspal cepat rusak, bahkan pada jalan dengan kualitas tinggi sekalipun.
“Setinggi apa pun kualitas aspal, kalau sudah hujan, musuh utamanya adalah air. Di mana pun, termasuk di jalan tol, kondisi seperti ini bisa terjadi,” ujarnya usai apel pagi, Senin(4/5/2026)di Puspem Kota Tangerang.
Ia mengakui, banyaknya jalan berlubang sempat memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkait risiko kecelakaan. Namun, ia menilai keluhan tersebut sebagai hal wajar dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Untuk itu, Sachrudin menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga segera menindaklanjuti perbaikan di lapangan. “Tidak boleh ada jalan berlubang di kota ini. Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk langsung bertindak,” tegasnya. (made)