SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Suasana Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Minggu (10/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Tak ada kepulan asap orator atau barikade ketat, yang ada justru keriuhan warga dan buruh yang bersiaga dengan joran pancing di tepi danau.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memilih cara yang “sejuk” untuk merayakan Hari Buruh Internasional (May Day). Kolaborasi apik antara pemerintah, buruh, dan masyarakat ini dibalut dalam pesta rakyat mulai dari mancing bersama, cek kesehatan gratis, hingga tebus murah sembako.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa rangkaian acara ini merupakan puncak dari kegiatan yang telah dimulai sejak pekan lalu. Tujuannya jelas: menciptakan suasana meriah tanpa mengikis esensi perjuangan kaum buruh.
“Hari ini adalah puncak acara. Kami melepas 5 ton ikan mulai dari jenis emas, gurame, hingga nila ke danau Puspemkab untuk dipancing bersama. Ada juga cek kesehatan gratis yang setelahnya warga diberikan minyak goreng, serta tebus murah sembako,” ujar pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini kepada Satelit News.
Bagi Rudi, kehadiran negara di tengah buruh adalah bentuk komitmen nyata. Ia ingin perayaan May Day menjadi milik semua lapisan masyarakat, bukan eksklusif bagi kalangan pekerja saja.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami terhadap buruh serta masyarakat di Kabupaten Tangerang,” tegasnya.
Senada dengan Bupati, Gubernur Banten Andra Soni yang turut hadir menekankan pentingnya menjaga sinergitas antara pemerintah dan serikat buruh. Ia menilai model peringatan di Kabupaten Tangerang patut dipertahankan karena manfaatnya langsung menyentuh masyarakat luas.
“Sangat positif. Masyarakat tidak hanya merayakan hari buruh, tapi pulang membawa manfaat nyata seperti minyak goreng, sembako, bahkan ikan hasil pancingan,” tutur Andra.
Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang, Supriadi. Ia mengenang bahwa tradisi “May Day Menggembirakan” ini bukanlah barang baru, melainkan warisan positif yang terjaga sejak 2014 berkat sinergi Pemkab dan Forkopimda.
Meski dirayakan dengan penuh tawa dan banjir doorprize, Supriadi menegaskan bahwa ruh perjuangan buruh tidak pernah padam. “Perjuangan buruh dalam meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi tetap tersampaikan. Kami mengapresiasi pemerintah yang terus berkomitmen meningkatkan taraf hidup para buruh,” jelasnya.
Kebahagiaan sederhana terpancar dari wajah Rasmi, warga Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa. Sambil menjinjing satu liter minyak goreng, ia tak henti melempar senyum. Baginya, kegiatan ini adalah berkah di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah, cek kesehatan gratis malah dapat minyak goreng. Kalau di pasar harganya bisa Rp21 ribu per liter. Di sini periksa kesehatan tidak bayar, malah dapat minyak,” ungkap Rasmi sambil tertawa renyah.
Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga
Sebelumnya, semangat sportivitas dan solidaritas antar pekerja mewarnai gelaran Pekan Olahraga Buruh (POB) Kabupaten Tangerang tahun 2026. Pada cabang olahraga (cabor) bulutangkis beregu, FSP KEP SPSI T1 resmi keluar sebagai juara pertama setelah melalui kompetisi sengit yang berlangsung di GOR Gloria Tigaraksa, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan Berita Acara hasil pertandingan, posisi kedua (Juara 2) diraih oleh F SP TSK SPSI T1, disusul oleh F SP LEM KSPSI T1 yang menempati posisi ketiga (Juara 3). Penyerahan hasil pertandingan ini disahkan langsung oleh Koordinator Cabor Bulutangkis POB, Fadlan Aziz SH, dan Koordinator Pertandingan, Wahyul Munir.
Menanggapi hasil tersebut, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh serikat pekerja yang berpartisipasi.
”Kami sangat bangga melihat antusiasme rekan-rekan buruh. POB ini bukan sekadar ajang kompetisi fisik, melainkan wadah untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis antara serikat pekerja, pemerintah, dan pengusaha,” ujarnya saat dikonfirmasi.(alfian/aditya)