SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong penataan titik jalan menyempit atau bottleneck di kawasan Serpong guna mengoptimalkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tangsel, Martha Lena mengatakan hasil peninjauan di lokasi menunjukkan keberadaan bottleneck memang tidak terlalu signifikan memengaruhi arus kendaraan. Namun, penataan tetap perlu dilakukan agar kinerja lalu lintas lebih optimal.
“Pengaruh bottleneck memang tidak secara significant mempengaruhi kelancaran lalu lintas. Tetapi perlu dilakukan penataan bottleneck guna optimalisasi kinerja lalu lintas dan optimalisasi keselamatan berlalu lintas,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, Dishub Tangsel akan mendorong Organisasi Perangkat Daerah terkait, yakni SDABMBK, untuk melakukan perapihan pada titik penyempitan jalan tersebut.
“Solusinya kita dorong ke SDABMBK untuk melakukan perapihan bottle neck tersebut,” katanya.
Martha menjelaskan, area yang diperkirakan perlu dirapikan memiliki luas sekitar 300 meter persegi atau sekitar 6 x 50 meter.
Terkait dugaan adanya bangunan SPBU yang masuk dalam area pelebaran jalan, Martha menyebut lokasi tersebut sebenarnya sudah masuk dalam rencana pelebaran oleh SDABMBK sejak tahun lalu. Namun, realisasinya belum dilakukan karena keterbatasan anggaran.
“SPBU masuk ke dalam rencana pelebaran info SDABMBK tahun lalu. Tetapi karena keterbatasan anggaran belum terakomodir,” jelasnya.
Sementara itu, warga Serpong bernama Deni menilai proses pelebaran jalan harus tetap mengikuti aturan dan mekanisme hukum yang berlaku, termasuk apabila berkaitan dengan pembebasan lahan.
Ia juga menyoroti kondisi pedestrian di Jalan Rawabuntu yang kerap dijadikan area parkir kendaraan hingga menyebabkan hambatan lalu lintas.
“Itu kan macet. Dipakai buat parkir. Seharusya pemkot menyadari itu kan buat pengguna jalan,” pungkasnya. (eko)