SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pekan krusial bakal dilalui Manchester City demi terus memberi tekanan ke Arsenal. The Citizens harus bisa mendulang angka penuh saat menjamu Crystal Palace pada laga tunda pekan ke-31 Liga Inggris di Ettihad Stadium, Kamis (14/5/2026) pukul 02.00 WIB.
Manchester City datang dengan situasi yang tidak sepenuhnya nyaman meski baru meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Brentford pada akhir pekan lalu. Hasil itu memang menjaga peluang mereka dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Tetapi jarak poin Man City dengan Arsenal masih membuat margin kesalahan menjadi nyaris tidak ada.
Di sisi lain, Crystal Palace tiba di Kota Manchester dengan cerita yang sangat berbeda. Tim asuhan Oliver Glasner itu praktis sudah relatif aman di papan tengah liga, terutama dari zona degradasi musim ini. Fokus mereka kini tak berada di liga, melainkan bergeser pada partai puncak UEFA Conference League yang berlangsung akhir Bulan Mei mendatang.
Meski demikian, Palace tetap bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka baru saja bermain imbang 2-2 melawan Everton dalam pertandingan yang memperlihatkan karakter kuat dan kemampuan bangkit di momen sulit, maupun di menit krusial pertandingan.
Dari sudut pandang performa, Manchester City masih terlihat sebagai tim paling komplet di liga dalam beberapa pekan terakhir. Mereka tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir di semua ajang.
Produktivitas lini depan kembali menjadi senjata utama City. Erling Haaland tetap menjadi andalan terdepan dalam merobek gawang lawan, ditambah performa menanjak dari Jeremy Doku dengan jumlah dribel sukses tinggi di musim ini.
Selain kualitas individu, City juga masih sangat dominan ketika bermain di Etihad Stadium. Pada pertemuan terakhir di kandang melawan Palace musim kemarin, The Citize mampu melumat lawan dengan skor telak 5-2.
Namun Guardiola tetap menghadapi beberapa persoalan terkait kondisi skuad, dengan sejumlah pilarnya yang masih cedera. Tantangan lainnya adalah pengelolaan skuad karena mereka masih akan hadapi partai penting lain, yakni melawan Chelsea di Final Piala FA, hanya berselang beberapa hari saja.
Sementara itu, Crystal Palace datang dengan modal kepercayaan diri yang tidak kecil meski performa liga mereka sedikit menurun. Dalam empat pertandingan terakhir di liga, mereka belum meraih kemenangan, ditenggarai karena sebagian besar fokus tim beralih pada kompetisi Eropa.
Meski begitu, Palace tetap memiliki identitas permainan yang jelas di bawah Glasner. Mereka agresif dalam transisi menyerang, kuat dalam duel udara, dan sangat berbahaya ketika menemukan ruang di belakang garis pertahanan lawan.
Pertandingan ini diprediksi tetap berlangsung dalam pola yang familiar, dengan Manchester City mendominasi penguasaan bola. Sementara Crystal Palace akan mencoba bertahan disiplin dan mengandalkan kecepatan transisi.
Pep Guardiola harus melakukan rotasi saat Manchester City menghadapi Crystal Palace akibat jadwal. Ia bergantung pada Omar Marmoush di lini depan pada ini.
Marmoush diharapkan bisa diandalkan di lini depan untuk mengimbangi peran Erling Haaland sebagai ujung tombak. Guardiola merasa pemain asal Mesir ini punya kapasitas untuk itu. Meski, Marmoush baru bikin tujuh gol di musim ini. “Saya ingin merotasi tim karena, jika tidak, kita tidak bisa sampai di final atau melawan Bournemouth dengan sedikit [kesegaran],” ujar Guardiola dikutip dari BeIN Sport.
“Terutama Omar. Itu tidak mudah karena, biasanya, Anda hanya menginginkan satu striker. Dia adalah striker yang sebenarnya tetapi Erling [Haaland] ada di sana.”
“Erling sangat penting bagi kami tetapi kontribusi Omar – jumlah gol untuk menit bermain – sangat tinggi,” jelasnya. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
MANCHESTER CITY (4-2-3-1): Donnarumma; Nunes, Khusanov, Guehi, O’Reilly; Gonzalez, Bernardo; Semenyo, Cherki, Doku; Marmoush
Manajer: Pep Guardiola
CRYSTAL PALACE (3-4-2-1): Henderson; Richards, Lacroix, Riad; Munoz, Hughes, Wharton, Mitchell; Pino, Sarr; Mateta
Manajer: Oliver Glasner