SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Produsen papan polypropylene (PP Board) ramah lingkungan, PT Alpha Gemilang Makmur, melalui merek ALVAboard, menambah kapasitas produksi hingga 30 persen pada kuartal IV 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat daya saing di pasar kemasan nasional sekaligus memperluas jangkauan distribusi pada 2026.
Ekspansi itu dilakukan melalui penambahan mesin produksi baru di fasilitas manufaktur perusahaan. Manajemen menyebutkan, peningkatan kapasitas menjadi bagian dari strategi menjawab permintaan pasar yang terus tumbuh, terutama di sektor agrikultur, logistik, otomotif, dan periklanan.
Chief Marketing Officer PT Alpha Gemilang Makmur, Christabelle Priscilla, mengatakan tambahan mesin produksi akan menjadi momentum percepatan pertumbuhan bisnis perusahaan. “Kami melihat 2026 sebagai tahun akselerasi. Tambahan mesin ini memastikan ALVAboard mampu menjaga konsistensi suplai di pasar mapan sekaligus berani tumbuh di sektor-sektor baru yang lebih dinamis,” ujar Christabelle dalam temu media, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi juga membuka ruang inovasi bagi perusahaan untuk menghadirkan produk yang dirancang sesuai kebutuhan pasar modern. Inovasi tersebut meliputi kemasan ramah lingkungan, solusi penyimpanan dan logistik efisien, serta produk multifungsi yang mampu menjawab tantangan bisnis masa kini.
Berdasarkan data internal perusahaan, permintaan produk berbasis polypropylene menunjukkan tren peningkatan dua digit sejak awal 2024. Dengan kapasitas tambahan, ALVAboard memperkirakan dapat melipatgandakan distribusi produk di luar Pulau Jawa dalam satu tahun ke depan. “Visi kami sederhana: menghadirkan produk berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dengan harga kompetitif, sekaligus memberi nilai tambah bagi pelanggan di berbagai industri,” tambah Christabelle.
ALVAboard dikenal sebagai papan polypropylene tahan air, rayap, dan sobek yang digunakan secara luas untuk kebutuhan kemasan, penyimpanan, logistik, hingga produk kreatif. Produk ini diklaim menjadi solusi modern bagi bisnis maupun individu yang mengutamakan efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Baca Juga: ALVAboard Dorong Penggunaan Kemasan Berkelanjutan di Tengah Ancaman Deforestasi
Sementara Chief Business Development Officer ALVAboard, Tommy Horis menjelaskan bahwa ALVAboard terus memperkuat posisinya di pasar nasional dengan menambah kapasitas produksi melalui ekspansi lini baru.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah perusahaan untuk menjawab permintaan pasar yang terus meningkat terhadap produk reusable dan recyclable. “Untuk aplikasi-aplikasi yang diinstal, kami targetkan pada bulan November sudah mulai berjalan. Secara kapasitas, kita naik sekitar 30–40 persen dari kondisi eksisting sekarang,” ujar Tommy.
Menurutnya, ekspansi ini bukan hanya soal peningkatan kapasitas, tetapi juga upaya menjawab tren pasar yang semakin sadar terhadap produk berkelanjutan. “Kami melihat pasar alpha version ini terus berkembang. Masyarakat dan pelaku industri makin sadar pentingnya produk yang bisa digunakan ulang dan tahan lama. Dengan begitu, mereka bisa menekan biaya produksi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang melemah,” katanya.
Salah satu beban terbesar bagi industri, lanjutnya, adalah biaya pengemasan (packaging). Produk ALVAboard hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan efisiensi signifikan. “Satu cost terbesar mereka itu di packaging. Dengan adanya ALVAboard, efisiensi biaya bisa mencapai 20–30 persen dibandingkan kemasan konvensional. Kalau kardus hanya bisa dipakai sekali, ALVABoard bisa digunakan sampai 30–50 kali,” ungkapnya.
Untuk mendukung ekspansi, ALVAboard menggelontorkan investasi senilai Rp5 hingga Rp10 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan mesin baru, pembangunan fasilitas tambahan, serta peningkatan sarana dan prasarana produksi. “Penambahan mesin ini penting karena kapasitas eksisting kami sudah tidak mampu lagi memenuhi permintaan pasar,” tegasnya.
Seluruh peralatan baru ditempatkan di pabrik utama perusahaan agar proses produksi tetap efisien dan terintegrasi. “Semua alat tambahan itu ada di pabrik kami. Jadi tidak ada pemisahan lokasi, supaya prosesnya tetap terkontrol,” tambahnya.
Baca Juga: ALVAboard Tawarkan Kardus Untuk Keperluan Ramadan
Selain memperkuat basis produksi, ALVAboard juga membidik ekspansi pasar di luar Pulau Jawa. “Dari sisi market, potensinya besar di Batam untuk industri elektronik, karena dekat dengan Singapura. Lalu untuk industri packaging, kita melihat peluang di Sumatera dan Kalimantan,” jelasnya.
Meski saat ini fokus utama perusahaan masih di sektor otomotif, pihaknya mulai menjajaki industri lain yang berpotensi menggunakan produk berbasis material berkelanjutan. Dengan peningkatan kapasitas produksi ini, ALVAboard menargetkan posisi sebagai market leader nasional. “Target kami jelas, kami ingin jadi market leader di Indonesia. Tren produk berkelanjutan ini semakin positif, dan kami yakin prospeknya kuat,” ujarnya.
Perusahaan juga menyiapkan langkah ekspansi ke luar negeri. “Kami melihat peluang besar di negara-negara yang sudah sadar terhadap bahan ramah lingkungan seperti Australia dan New Zealand. Selain itu, kami juga punya rencana masuk ke Jepang, Inggris, dan beberapa negara Eropa,” ungkapnya.
Ekspansi ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja, meski tidak secara signifikan. “Dengan adanya lini produksi baru, kami akan menambah tenaga kerja. Tapi tidak terlalu besar, karena sistem kami sudah hampir full otomatis,” katanya. Menurutnya, fokus perusahaan kini adalah pada efisiensi dan produktivitas, bukan sekadar menambah jumlah karyawan. (made)

















