SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dalam upaya keras untuk menekan dan mengeliminasi kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tangerang, Puskesmas Gunung Kaler menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) TB Paru secara masif. Kali ini, sasaran utama adalah Pondok Pesantren An Nabilah, yang dianggap memiliki mobilitas dan interaksi tinggi antar penghuninya, Selasa (28/10).
Petugas Kesehatan Puskesmas Gunung Kaler, Putri Lia Septiani menjelaskan, bahwa ACF adalah kegiatan screening penting untuk mendeteksi secara dini penyakit TBC.
“Hal ini dilakukan guna menemukan secara dini kasus TB di lingkungan pondok pesantren, yang memiliki mobilitas dan interaksi tinggi antar santri. Sehingga, apabila terdeteksi bisa segera dilakukan penanganan,” kata Lia kepada Satelit News, Selasa (28/10).
Lia melanjutkan, kegiatan ACF diawali dengan penyuluhan komprehensif tentang pencegahan TB, pengenalan tanda dan gejala penyakit TB, serta pentingnya deteksi dini.
Peserta yang teridentifikasi menunjukkan gejala TB, akan langsung diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Termasuk pemeriksaan dahak dan rontgen dada, guna memastikan diagnosis.
“Selain pemeriksaan, mereka juga diberikan edukasi tentang tanda dan gejala TB yang harus diketahui sejak dini,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
Kegiatan ACF ini juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh warga pondok pesantren, untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan TBC.
Lia berharap, melalui ACF di pesantren, penemuan kasus dapat dipercepat, rantai penularan dapat diputus, dan kesadaran masyarakat pesantren terhadap pentingnya deteksi dini, serta pengobatan TB hingga tuntas dapat meningkat.
“Hal ini diharapkan dapat mencegah penularan TBC, dan meningkatkan pola hidup sehat di tengah-tengah masyarakat pondok pesantren,” harap Lia.
Rahmat, salah satu santri Pondok Pesantren An Nabilah, mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas Gunung Kaler. Baginya, program ini adalah bukti nyata kepedulian tinggi pemerintah dan Ponpes, terhadap kesehatan santri dan santriwati.
“Tentu ini jelas bermanfaat, untuk kesehatan para santri. Karena, kebersihan dan menjaga kesehatan juga bagian dari bentuk ketaatan kepada Allah,” ucapnya. (alfian/aditya)




















