SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Diduga akibat kelalaian mematikan kompor, dua rumah makan di Ruko Pujasera Bumi Indah, Kecamatan Pasar Kemis, hangus terbakar pada Senin (17/11). Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 500 juta.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah menerima laporan, tim langsung mengerahkan 18 petugas damkar beserta tiga unit mobil pemadam kebakaran.
“Setelah mendapatkan laporan itu, kita langsung terjunkan 18 petugas dan 3 unit mobil kebakaran, dari Pos Rajeg, Pasar Kemis, dan Sepatan,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Senin (17/11).
Taufik menuturkan, dua rumah makan tersebut milik Eli Kristiani dan Iin Indrayati. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari dapur Rumah Makan Tenong milik Eli Kristiani, kemudian merembet ke Warung Makan Sunda milik Iin Indriyati.
“Dugaan sementara, akibat kompor yang meledak, karena sang pemilik lupa mematikan kompor. Lalu, karena angin kencang api merembet ke rumah makan sebelahnya, sehingga api semakin membesar,” jelasnya.
Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan membumbung tinggi sehingga menyulitkan proses pemadaman. Namun, setelah 90 menit berjibaku, petugas BPBD Tangerang berhasil melokalisasi dan memadamkan api.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
“Memang ada sedikit kendala karena angin kencang. Sehingga api cukup sulit dipadamkan, namun setelah 90 menit akhirnya api dapat dipadamkan,” tandasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun kerusakan bangunan diperkirakan mencapai hampir 100 persen.
“Kerugian ditaksir Rp 500 juta. Alhamdulillah, kalau korban jiwa dan luka tidak ada,” pungkasnya. (alfian/aditya)




















