SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang memprioritaskan pembangunan tandon (embung) sebagai langkah preventif, dalam menghadapi bencana banjir. Upaya ini dilakukan seiring bertambahnya titik banjir di wilayah tersebut sejak tahun 2020, yaitu sekitar 100 titik banjir.
Saat ini, DBMSDA sedang fokus dalam pembangunan tandon Sudirman yang masuk tahap 2, sejak dibangun pada tahun 2024. Saking luasnya tandon ini, maka tahap 3 dilanjutkan pada tahun 2026. Embung ini dibangun sebagai upaya meningkatkan kapasitas tampungan air, serta memperkuat pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Tangerang
“Pembangunan Embung Sudirman bukan proyek mangkrak. Proyek strategis daerah tersebut memang dirancang melalui tiga tahap pengerjaan agar pelaksanaannya lebih efektif, terukur, dan memenuhi standar keamanan konstruksi.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansah mengatakan,” ungkap Iwan Firmansyah, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang kepada Satelit News, Selasa (18/11/2025).
Embung ini nantinya akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menampung limpasan air sebelum dialirkan ke sungai besar. Terutama dari Perumahan Sudirman Indah dan Puri Tigaraksa.
“Saat ini kita sedang berada di tahap kedua, dan anggaran tahap ketiga sudah dialokasikan untuk pelaksanaan pada 2026. Pembangunan embung ini memang direncanakan dalam tiga tahap,” jelasnya.
Kepala Bidang SDA pada DBMSDA Kabupaten Tangerang, Rizal menambahkan, DBMSDA saat ini lebih berfokus pada pencegahan (preventif) daripada tanggap darurat (emergency).
“Tapi kalau sudah terjadi banjir ya sudah mau bagaimana lagi, jadi solusinya kami buat pompa untuk itu,” katanya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
Menurutnya, pembangunan embung ini merupakan proyek strategis daerah dalam pengendalian banjir. Konstruksi embung saat ini masih berada pada fase dua, sehingga belum beroperasi penuh.
“Tahap kedua itu fase penguatan dan stabilisasi. Ini belum menjadi tampungan final, jadi secara fisik memang belum dalam bentuk operasional optimal. Mudah-mudahan tahun depan sudah beroperasi optimal,” pungkasnya. (aditya)




















