SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Suasana RSUD Balaraja siang itu tampak lebih tenang dari biasanya. Di salah satu ruang perawatan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid berdiri di samping ranjang seorang bayi berusia lima bulan, warga Cikasungka, Kecamatan Solear, yang tengah menjalani perawatan intensif akibat Tuberkulosis (TBC). Dengan raut serius, ia meminta jajaran kesehatan bergerak cepat melakukan mitigasi dini agar kasus serupa dapat dicegah sedini mungkin.
“Kita telah meninjau balita yang berusia 5 bulan, asal Cikasungka, Kecamatan Solear, yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Balaraja akibat TBC,” ujar Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Selasa (2/12/2025).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menegaskan, bahwa TBC masih menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tangerang. Apalagi, data tahun 2025 mencatat angka kasus mencapai 2.597. Kondisi tersebut membuat dirinya memerintahkan Dinas Kesehatan melakukan mitigasi dan deteksi secara lebih cepat.
“Pemeriksaan dini sangat penting untuk menentukan penanganan dan pengobatan yang akan dilakukan nantinya. Untuk itu, Dinkes harus terus melakukan mitigasi sedini mungkin, agar kasus-kasus yang ditemukan bisa segera dilakukan penyembuhan, dan kasus TBC di Kabupaten Tangerang bisa terus menurun,” tegasnya.
Di sela kunjungan itu, Rudi Maesyal kembali menekankan komitmen pemerintah daerah memastikan masyarakat, khususnya bayi dan balita, mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal. Ia pun meminta RSUD Balaraja memberikan penanganan terbaik bagi pasien-pasien kecil yang terinfeksi TBC.
“Saya minta kepada Dinas Kesehatan dan jajaran RSUD Balaraja untuk terus memantau kondisi anak ini secara intensif serta memastikan kebutuhan medis dan pendukung lainnya terpenuhi,” pintanya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi dini. Salah satunya melalui kader Posyandu yang telah diinstruksikan untuk melakukan pengecekan TBC secara door to door di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
“Mitigasi dini terus kita lakukan, baik masyarakat yang datang ke posyandu atau kader yang berkeliling ke rumah-rumah warga,” katanya.
Tidak hanya itu, setiap bayi yang lahir dari keluarga dengan riwayat TBC langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat tindakan pengobatan bila ditemukan indikasi infeksi.
“Bagi bayi yang keluarganya menderita TBC, langsung kita lakukan pengecekan kesehatannya,” tambah Hendra.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan dahak dan penimbangan berat badan, kemudian ditindaklanjuti dengan pengobatan serta pemantauan intensif bila terindikasi TBC. “Kita lakukan cek dahak, berat badan,” jelasnya.
Upaya tersebut dinilai cukup efektif. Hendra menyebutkan bahwa data tahun 2024 menunjukkan jumlah penderita TBC mencapai 3.275 kasus. Angka itu berhasil ditekan menjadi 2.597 kasus pada 2025. Meski mengalami tren penurunan, ia memastikan pihaknya tidak akan berpuas diri.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
“Kasus TBC mengalami tren yang positif. Karena selama satu tahun ini tentunya mengalami penurunan, tetapi kita tidak akan berpuas diri, dan terus menemukan kasus lalu kita sembuhkan,” tandasnya.
Kunjungan Bupati Tangerang ke RSUD Balaraja hari itu menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan TBC belum selesai. Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan terus bergerak memastikan setiap kasus ditemukan lebih cepat, ditangani lebih tepat, dan dicegah lebih luas, demi masa depan anak-anak Tangerang yang lebih sehat. (alfian/aditya)




















