SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Sorak sorai pelajar memadati GOR Gondrong, Kecamatan Cipondoh, sepanjang akhir pekan. Namun, yang dipertaruhkan dalam Champions Turnamen Futsal Pelajar tingkat SMA/SMK ini bukan semata soal trofi atau kemenangan. Di balik derap sepatu futsal dan adu strategi di lapangan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mengusung pesan yang lebih besar: perang melawan narkoba.
Turnamen bertajuk “War On Drugs” itu digelar selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu, 12–14 Desember 2025. Sebanyak 32 tim futsal pelajar dari SMA/SMK se-Kota Tangerang dan Jakarta ambil bagian, menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi pelajar terbesar di akhir tahun.
Laga puncak yang digelar Minggu sore berlangsung sengit. SMK Jakarta Barat 1 keluar sebagai juara setelah menundukkan SMAN 6 Kota Tangerang dengan skor tipis 2–1. Kemenangan tersebut mengantarkan SMK Jakarta Barat 1 membawa pulang Piala BNN serta uang pembinaan sebesar Rp9 juta. Posisi runner-up diraih SMAN 6 Kota Tangerang dengan hadiah Rp6,5 juta, sementara peringkat ketiga ditempati SMK Amanah Kota Tangerang yang memperoleh Rp4,5 juta.
Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol Vivick Tjangkung, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar agenda olahraga, melainkan bagian dari strategi pencegahan narkoba di kalangan generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang berekspresi yang positif. Olahraga adalah medium yang efektif untuk membangun mental, disiplin, dan semangat juang, sekaligus menjauhkan pelajar dari pengaruh narkoba,” ujar Vivick.
Menurutnya, gaya hidup sehat yang dibentuk melalui olahraga dapat menjadi benteng awal bagi pelajar agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkotika.
“Jika fisik dan pikiran mereka sehat, maka daya tahan terhadap hal-hal negatif, termasuk narkoba, akan semakin kuat,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang. Ia menilai kolaborasi antara BNN dan Dispora merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan.
“Ini bukan soal siapa yang menang. Yang lebih penting adalah mengajak anak-anak muda mencintai olahraga. Kota Tangerang saat ini darurat narkoba, sehingga semua stakeholder harus bergerak dan menyatakan perang terhadap peredaran narkoba,” tegas Kaonang.
Kaonang juga menyebut, turnamen futsal pelajar ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program serupa di masa mendatang, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun kemungkinan penambahan cabang olahraga lain.
“Ke depan tentu akan kita evaluasi agar lebih maksimal. Dispora berkomitmen penuh mendukung kegiatan olahraga yang bersifat positif, termasuk sinergi dengan BNN,” katanya. (ari)