SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sebuah lapak buah di Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, ludes terbakar dilalap api, Senin (15/12) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kebakaran yang menghanguskan lapak tersebut diduga dipicu korsleting listrik dan menimbulkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 01.05 WIB. Laporan tersebut menyebutkan terjadinya kebakaran pada sebuah lapak buah di wilayah Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis.
“Iya, kami menerima laporan pukul 01.05 WIB bahwa terjadi kebakaran di Pasar Kemis,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Senin (15/12).
Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Tangerang langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran beserta sembilan personel Damkar dari Pos Pasar Kemis dan Pos Sepatan menuju lokasi kejadian.
“Kami langsung terjunkan dua unit mobil pemadam dan sembilan personel ke lokasi kejadian,” ujarnya.
Menurut Taufik, saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan membakar seluruh bagian lapak buah yang merupakan bangunan semi permanen. Kondisi tersebut membuat petugas sempat mengalami kesulitan dalam proses pemadaman.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
“Setibanya di lokasi, api sudah membesar dan menyelimuti lapak,” katanya.
Namun demikian, setelah sekitar 30 menit berjibaku dengan api, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api dan mencegahnya merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. “Akhirnya, setelah 30 menit, api berhasil dijinakkan,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, pemilik lapak buah mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Taufik menduga, kebakaran tersebut disebabkan korsleting pada salah satu kabel listrik yang kemudian memicu percikan api hingga membakar lapak.
“Diduga dari korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil lebih kurang Rp30 juta,” pungkasnya. (alfian/aditya)




















