SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Habis manis sepah dibuang, tampaknya menjadi ungkapan yang tepat untuk menggambarkan nasib wisata Tebing Koja di Kampung Koja, Desa Cikuya, Kecamatan Solear. Destinasi wisata alam yang dulu sempat viral dan dipadati pengunjung itu, kini terpantau sepi dan kurang terawat, Selasa (30/12).
Tebing Koja pernah menjadi primadona wisata alam di Kabupaten Tangerang. Ciri khasnya berupa bongkahan bebatuan besar yang menyerupai labirin, hamparan air danau, persawahan, hingga rawa yang memisahkan antar tebing, menjadikan kawasan ini kerap disebut-sebut menyerupai “habitat Godzilla”. Bahkan, pasangan artis papan atas Indonesia, Roger Danuarta dan Cut Meyriska, sempat mengabadikan momen foto prewedding di lokasi tersebut.
Namun, kondisi itu kini tinggal kenangan. Berdasarkan pantauan di lapangan, Tebing Koja terlihat lengang meski berada di tengah libur panjang sekolah, Natal, dan Tahun Baru. Destinasi yang dahulu ramai sebagai pilihan wisata keluarga itu kini tak lagi menjadi magnet bagi wisatawan.
Meski minim pengunjung, wisata alam Tebing Koja tetap dibuka setiap hari. Pengunjung yang datang dikenakan tiket masuk sebesar Rp5 ribu per orang, serta tarif parkir kendaraan bermotor Rp5 ribu. Namun, sepinya wisatawan membuat perawatan kawasan semakin terbengkalai.
Salah satu pengelola Tebing Koja, Zuhri, mengungkapkan kondisi kawasan saat ini jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya. Akses jalan yang menanjak dan menurun mengalami kerusakan, sementara lumut tumbuh di hampir setiap anak tangga menuju puncak tebing.
“Kalau dulu bersih, sekarang sudah kumuh, seperti tidak terpakai. Sekarang yang bersih-bersih saya sendiri. Dulu ada empat orang karyawan untuk mengurus,” ujar Zuhri kepada Satelit News, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Sempat Diamuk Warga, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Cikupa Diamankan Polisi
Menurutnya, kurangnya perawatan tidak lepas dari anjloknya jumlah pengunjung. Kondisi ekonomi pengelola terdampak langsung karena minimnya pemasukan untuk mengelola kawasan wisata tersebut.
Zuhri memperkirakan penurunan jumlah pengunjung Tebing Koja mencapai 99 persen. Padahal, saat masih viral, jumlah wisatawan bisa mencapai ratusan orang per hari.
“Kalau dulu weekday bisa 300 orang, weekend sampai 500 orang. Bahkan artis saja pernah prewedding di sini. Sekarang 50 orang saja sulit,” katanya.
Ia menduga, sepinya wisatawan bukan disebabkan berkurangnya keindahan panorama alam Tebing Koja. Melainkan karena maraknya pungutan liar (pungli), yang dialami para pengunjung, sehingga membuat wisatawan enggan datang kembali.
“Sepinya kunjungan wisatawan ke Tebing Koja itu, disebabkan banyaknya pungutan liar yang dilakukan oleh warga sekitar. Jadi para wisatawan kapok datang lagi,” tandasnya.
Menurunnya jumlah pengunjung ini juga berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup dari sektor wisata ikut terdampak.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Semenjak Tebing Koja sepi dikunjungi wisatawan, omzet UMKM terjun bebas sampai 99 persen. Padahal dulu, saat ramai, pendapatan UMKM per hari bisa mencapai Rp10 juta,” jelasnya.
Meski demikian, Zuhri menegaskan, bahwa Tebing Koja tetap akan dibuka dan dipertahankan sebagai destinasi wisata alam. Hanya saja, kejayaan yang pernah dirasakan kini tinggal cerita.
“Daya tarik wisata memang meredup seiring menurunnya minat wisatawan. Tapi meskipun begitu, Tebing Koja akan selalu ada dan tetap dibuka,” ucapnya. (alfian/aditya)




















